hut

Tutut Soeharto Ingatkan Etos Kerja Gotong Royong

Editor: Koko Triarko

JAKARTA – Ketua Umum Yayasan Harapan Kita (YHK), Siti Hardijanti Rukmana (Tutut Soeharto), berharap Taman Mini Indonesia Indah (TMII) yang digagas oleh Raden Ayu Fatimah Siti Hartinah (Ibu Tien Soeharto), tidak terkoyak oleh tangan yang tidak bertanggungjawab.

“Saya mohon, supaya apa yang dibangun Ibu Tien Soeharto, kita jaga dan lestarikan. Jangan  hanya kita kerja di sini karena untuk mencari uang saja, tetapi justru untuk mengabdi pada bangsa dan negara melalui TMII,” kata Tutut Soerharto, dalam sambutan Rapat Kerja Penyusunan Program dan Rencana Pendapatan dan Belanja Tahun 2020 TMII, di Sasono Adhiguno TMII, Jakarta, Kamis (21/11/2019).

Ia mengatakan, buatlah masyarakat mengenal Tanah Airnya secara dekat untuk memantapkan dan memperdalam wawasan kebangsaan, sehingga tumbuh rasa memiliki dan pada gilirannya akan membela NKRI, sekaligus mempertahankannya.

“Jadi buatlah TMII ini semenarik mungkin,  sehingga mereka akan mempelajari semua yang ada di Indonesia melalui TMII,” ujarnya.

Putri sulung Presiden ke-2 RI, Jenderal Besar HM Soeharto, ini juga menegaskan, TMII sangat besar artinya bagi bangsa dan negara Indonesia. Di antaranya, dapat menumbuhkan wawasan kebangsaan dan mempererat persatuan bangsa yang bisa digagas dengan beragam program budaya yang menarik.

“Semua itu tentu berpulang kepada diri kita sendiri, mau apa kita di TMII? Kalau hanya untuk sekadar bekerja mencari uang, itu mudah. Tetapi, kalau untuk tujuan membangun Indonesia lebih baik, cinta Tanah Air, itu semua ada di TMII,” tukas istri Indra Rukmana ini.

Ketua Umum Yayasan Harapan Kita (YHK), Siti Hardiyanti Rukmana (Tutut Soeharto) foto bersama keluarga besar TMII pada Rapat Kerja Penyusunan Program dan Rencana Pendapatan dan Belanja Tahun 2020 TMII di Sasono Adhiguno TMII, Jakarta, Kamis (21/11/2019). -Foto: Sri Sugiarti

Dalam memelihara dan mengembangkan TMII, Tutut Soeharto berharap kepada semua unsur dan seluruh unit di dalam TMII dapat menjaga kebersihan, keamanan, ketertiban dan kenyaman pengunjung.

Menurutnya, kenyaman sangat penting, yang akan membuat pengunjung datang lagi ke TMII. “Kalau nggak nyaman, dia nggak akan datang lagi. Tapi, kalau nyaman tanpa disuruh dia akan datang lagi ke TMII. Jadi,. itu supaya dijaga,” ujarnya.

Selanjutnya, tambah Tutut Soeharto, adalah kerja sama dan koordinasi dengan semua pihak terkait harus ditingkatkan. Yaitu, dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga budaya dan tokoh masyarakat.

“Jadi, kalau hubungan sudah baik jangan ditinggalkan, tapi terus dijalin oleh keluarga besar TMII. Ini untuk berkoordinasi membangun TMII,” ucapnya.

Ada pun untuk meningkatkan capaian tahun depan dan mendatang, Tutut Soeharto berharap hendaknya semua karyawan TMII menanamkan etos kerja pada diri sendiri.

Yaitu, kerja keras yang dilandasi semangat kebersamaan, gotong royong dan saling mendukung antarindividu di dalam TMII. Juga disiplin menjadi hal penting dalam mengembangkan TMII.

“Kata bapak saya (Pak Harto), disiplin itu yang menunjang keberhasilan seseorang untuk menjadi manusia yang dibutuhkan bangsa Indonesia,” ujar Tutut Soeharto.

Perempuan energik ini berharap, sikap disiplin tersebut diterapkan bagi seluruh jajaran keluarga besar TMII. Yakni, supaya betul-betul bisa memanfaatkan dan memberikan layanan kepada masyarakat yang datang ke TMII.

Sikap jujur juga menjadi modal utama untuk mengembangkan TMII. “Ini sangat penting, karena kalau nggak jujur nggak akan maju. Dengan kejujuran, kita bisa mengembangkan apa yang ada di sekitar kita demi kebaikan TMII,” tegasnya.

Kemudian dedikasi, juga sangat diperlukan. Karena tanpa dedikasi, tidak akan bisa membangun tempat kerja. “Kita harus berdedikasi dan bertanggungjawab pada tugas,” ujarnya.

Selanjutnya adalah loyolitas, sangatlah penting untuk menjadi modal dalam memajukan TMII. Karena tanpa loyalitas, kita tidak akan mencintai pekerjaan kita yang menjadi tanggungjawab.

Kemudian melaksanakan semua kebijakan dan kegiatan yang telah menjadi kesepakatan bersama. Tutut Soeharto mencontohkan, kegiatan yang sudah diputuskan bersama baik oleh direksi dan jajaran, maka sebaiknya dilaksanakan sesuai dengan yang sudah diputuskan.

“Jangan bertindak sendiri, itu akan merugikan diri sendiri. Karena suatu saat akan ketahuan dan diberi sanksi. Ya, kalau sanksinya hanya ditegur, tapi kalau diberhentikan, itu merugikan,” tukasnya.

Lihat juga...