hut

Universitas Andalas Edukasi Masyarakat Olah Sampah jadi Kerajinan

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PADANG – Masyarakat yang berada di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah Air Dingin, Padang, Sumatera Barat, diedukasi untuk mengelola barang bekas menjadi produk kerajinan.

Berada di kawasan yang memiliki tempat pembuangan sampah yang luas, perlu ada upaya masyarakat untuk mengurangi tumpukan sampah yang sewaktu-waktu dapat berdampak kepada kesehatan.

Pihak yang melakukan edukasi pengelolahan sampah jadi kerajinan itu, datang dari civitas akademika Biologi Universitas Andalas Padang.

Melalui kegiatan pengabdian masyarakat dari LPPM Universitas Andalas, melakukan kegiatan workshop pengolahan sampah plastik dan kertas menjadi produk yang berguna dan bernilai jual tinggi.

Ketua Kegiatan Program Pengabdian yang juga sebagai Dosen Biologi Universitas Andalas Padang, Dr. Resti Rahayu, menyatakan, TPA yang menjadi kawasan tumpukan sampah, sejatinya bisa menghasilkan uang dengan cara melakukan daur ulang sampah menjadi produk kerajinan.

Ketua Kegiatan Program Pengabdian yang juga sebagai Dosen Biologi Universitas Andalas Padang, Dr. Resti Rahayu (kiri pegang mikropon) saat mengedukasi peserta dalam hal pengolahan sampah jadi kerajinan yang ada di kawasan TPA Air Dingin Padang, Jumat (22/11/2019) – Foto: M. Noli Hendra

Ia menyebutkan, kegiatan mengedukasi masyarakat untuk mengelola sampah itu, merupakan alih teknologi dengan cara memberikan pelatihan pembuatan produk dari barang-barang bekas yang dapat mempunyai nilai jual tinggi.

Dosen asal Payakumbuh ini menambahkan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyampaikan, jumlah timbunan sampah secara nasional sebesar 175.000 ton per hari atau setara 64 juta ton per tahun, jika menggunakan asumsi sampah yang dihasilkan setiap orang per hari sebesar 0,7 kilogram.

“Nah masyarakat memiliki kesadaran dan kemampuan dalam melakukan pengolahan sampah itu, artinya masyarakat telah turut mengurangi tumpukan sampah. Tidak hanya soal mengurangi dampak kesehatan, tapi juga turut menambah nilai ekonomi bagi orang yang melakukan daur ulang tersebut,” katanya, Jumat (22/11/2019).

Menurutnya salah satu solusi yang ditawarkan untuk mengurangi sampah adalah mengolah limbah kertas menjadi produk-produk inovatif ramah lingkungan, yang bernilai jual tinggi dengan serangkaian kegiatan.

Untuk itu, pada kegiatan tersebut, yang menjadi target dari pengabdian masyarakat Universitas Andalas ini, menargetkan kepada masyarakat pemulung di sekitar tempat/lokasi pembuangan akhir (TPA/LPA) Air Dingin Kota Padang.

Ayu menyatakan, di sekitar TPA Air Dingin terdapat daerah yang pada umumnya bekerja sebagai pemulung atau pekerjaan yang berhubungan dengan sampah. Terpantau, jumlah masyarakat yang terlibat di TPA Air Dingin ada sekitar 50-60 orang.

Pada kesempatan itu, masyarakat diberi penyuluhan dan pelatihan/praktik langsung membuat kerajinan/produk dari limbah yang bernilai jual dan pembuatan kompos.

“Kegiatan ini juga bekerjasama dengan Bank Sampah Kuranji dan Warung Ikhlas Dunsanak yang terkenal dengan Nasi Rp2.000. Dengan demikian kita bisa menjangkau lebih banyak masyarakat melalui pihak yang saya sebutkan itu,” ungkapnya.

Dikatakannya, target program tersebut, masyarakat yang diedukasi mampu membuat dan mengembangkan berbagai jenis produk dengan nilai jual tinggi, dari limbah kertas dan pembuatan kompos.

Selain itu, juga ditargetkan terjadi peningkatan kesejahteraan petugas kebersihan dan mahasiswa/mitra, karena kemampuan mengolah sampah menjadi produk bernilai jual, bernilai ekonomis.

Dari yang dilakukan oleh civitas akademika Biologi Universitas Andalas Padang itu, pesertanya diberikan pelatihan untuk membuat suatu produk yang bernilai jual, yang diolah dari sampah kertas dan sampah plastik seperti kotak tisu, vas bunga, bros baju, tempat buah dan lain sebagainya.

“Kegiatan ini juga diharapkan menjadi salah satu alternatif pendapatan tambahan yang bisa menyejahterakan petugas kebersihan dan masyarakat di sekitar daerah TPA Air dingin,” ucapnya.

Pengabdian masyarakat yang dilakukan Universitas Andalas Padang dengan pelatihan pembuatan kerajinan dari barang bekas tersebut, diharapkan bisa dijadikan  masyarakat sasaran tambahan pemasukan keuangan keluarga.

Lihat juga...