hut

Venice Dihantam Gelombang Besar

Seorang ibu menggendong anaknya saat berjalan melintasi banjir luapan air laut di lapangan Santo Marko di Venice, Italia, Selasa (12/11/2019)- Foto Ant

VENICE – Gelombang pasang tertinggi kedua terjadi di kota laguna Venice, Italia, Selasa (12/11/2019). Air membanjiri Basilica, sebuah kota bersejarah dan merendam alun-alun serta sejumlah gang.

Wali Kota Venice, Luigi Brugnaro, menyatakan adanya status bencana di daerahnya. Dan memperingatkan adanya kerusakan parah. Sejumlah pejabat daerah mengatakan, gelombang mencapai puncaknya setinggi 187 sentimeter pada Selasa (12/11/2019) pukul 22.50 waktu setempat.

Tercatat sebelumnya, gelombang tinggi pernah terjadi pada 1966, dengan ketinggian gelombang mencapai 194 sentimeter. “Situasinya dramatis. Kami meminta pemerintah untuk membantu kami. Biayanya akan bertambah. Ini merupakan dampak dari perubahan iklim,” cuit Brugnaro di Twitter.

Alun-alun Santo Markus terendam banjir dengan ketinggian lebih dari satu meter. Sementara Basilika Santo Markus, yang berada di dekatnya mengalami banjir untuk ke enam kalinya dalam 1.200 tahun. Empat dari genangan itu kini terjadi dalam 20 tahun belakangan. Yang terbaru pada Oktober 2018. Tidak ada pernyataan tentang kerusakan di dalam Gereja tersebut. Pada 2018 pengurus mengatakan basilika sudah berusia 20 tahun dalam sehari saja.

Video di media sosial menunjukkan arus air mengalir seperti sungai di salah satu jalan utama Venice. Sementara tayangan lainnya memperlihatkan gelombang besar menghantam kapal yang ditambatkan di sebelah Doge’s Palace. “Gelombang setinggi 187 cm hanya meninggalkan bekas luka,” kata Brugnaro. (Ant)

Lihat juga...