hut

Wagub Kaltim: Penyelamatan Badak Kalimantan Tanggung Jawab Bersama

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mendeklarasikan penyelamatan populasi badak Kalimantan. Penyelamatan badak Kalimantan di Kabupaten Kutai Barat dan Mahulu merupakan tanggung jawab bersama.

Wakil Gubernur Kaltim, H Hadi Mulyadi, menuturkan, semua pihak harus memberikan dukungan terhadap berbagai upaya penyelamatan badak dari berbagai ancaman seperti eksploitasi hutan untuk pertambangan, perkebunan serta kegiatan lainnya.

“Kita semua wajib memberikan dukungan terhadap berbagai upaya penyelamatan badak dari berbagai ancaman yang dapat merusak ekosistem Badak,” kata Hadi Mulyadi saat membuka acara Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Deklarasi Rencana Aksi Darurat Penyelamatan Populasi Badak Kalimantan, pada Hari Badak Sedunia 2019 di Aula Bina Bangsa Badan Kesbangpol Kaltim, Jumat (15/11/2019).

Menurutnya, dalam hal ini semua pihak berkewajiban menjaga dan melestarikan makhluk hidup terkhusus populasi badak. Dengan menjaga lingkungan ekosistem flora dan faunanya dengan baik, sehingga populasinya bisa bertambah.

Keberadaan badak Kalimantan di Kubar dan Mahulu harus diselamatkan dari kepunahan. Iklimnya harus kondusif dan jauh dari kebakaran hutan. Ini amanat yang harus dijaga dan dipelihara semaksimal mungkin.

“Keberadaan Badak Kalimantan bisa menambah ikon baru bagi Kaltim. Kita harus bangga. Berbagai upaya harus dilakukan guna menyelamatkannya,” ujar Hadi Mulyadi.

Dengan berkewajiban menyelamatkan populasi badak pihaknya mengapresiasi semua pihak yang telah bekerja keras dan bekerja sama, dalam upaya penyelamatan Badak Kalimantan. Baik pemerintah pusat melalui kementerian, dinas/instansi dan lembaga terkait, Pemkab Kutai Barat dam Mahulu, para camat, kepala kampung dan LSM.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati, Kementerian LHK, drh. Indra Exploitasia, mengatakan, deklarasi penyelamatan Badak sudah dimulai di Aceh kemudian Lampung disusul Kaltim.

Tema tahun ini, lanjut Indra, menyelamatkan satwa dari kepunahan dengan mengedukasi generasi milenial untuk lebih paham bagaimana satwa liar, khususnya Badak Kalimantan bisa tetap lestari di alamnya.

“KLHK juga ingin semua pihak merasa memiliki badak Kalimantan yang ada di Kaltim. Sebab dengan rasa memiliki bagi semua pihak, maka badak ini juga tetap menjadi bagian dari budaya masyarakat adat sehingga tetap lestari,” pungkasnya.

Dalam pendeklarasian tersebut, Wagub Kaltim H Hadi Mulyadi memimpin deklarasi bersama dan penandatanganan deklarasi penyelamatan Badak Kalimantan.

Lihat juga...