hut

Walhi Menyebut, Kematian Massal Ikan di Limapuluh Kota Dipicu Limbah Tambang

Universitas Negeri Padang gelar diskusi ilmiah tentang penyebab kematian massal ikan di Limapuluh Kota, Sumatera Barat – Foto Ant

PADANG – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumatera Barat menduga, penyebab kematian massal ikan di hulu Sungai Batang Maek, Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kabupaten Limapuluh Kota dipicu limbah tambang.

Direktur Eksekutif Walhi Sumatera Barat (Sumbar), Uslaini, menyebut, kematian ikan disebabkan oleh pencemaran limbah tambang yang jaraknya berdekatan dengan sungai. Dia berharap, dilakukan penelitian lebih lanjut terkait peristiwa itu.

“Sungai tersebut mengalami degradasi, karena tidak dikelola dengan baik,” katanya, pada saat diskusi ilmiah tentang kematian massal ikan hulu Batang Maek, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat yang digelar oleh UNP, Sabtu (16/11/2019).

Kegiatan tersebut dihadiri beberapa narasumber yakni Wakil Bupati Kabupaten Limapuluh Kota, Wali Nagari Tanjuang Balik Kabupaten Limapuluh Kota, Dinas ESDM Provinsi Sumbar, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumbar, DLH Limapuluh Kota.

Menurutnya, semestinya waduk tersebut dijaga kelestariannya, tetapi pertambangan di sana malah diberikan izin. Ia mengatakan, waduk tersebut bukan terbentuk secara alami. Namun sebuah waduk yang dibangun sejak 90-an tersebut, bertujuan untuk pembangkit listrik. “Sekitar 10 desa ditenggelamkan untuk pembuatan waduk tersebut, dua desa dipindahkan ke Limapuluh Kota dan delapan desa lainnya ke Kampar, Riau,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, penyebab kematian massal ikan tersebut karena kolam penampungan limbah jebol pada saat kejadian banjir. “Maka saya sarankan dilakukan penelitian lebih mendalam, jika narasumber mengatakan, kematian ikan tidak ada kaitannya dengan limbah tambang,” katanya pada saat diskusi ilmiah yang diadakan Universitas Negeri Padang (UNP).

Jika hanya mengambil air permukaan sebagai sampel penelitian, memang tidak terdeteksi karena pencemaran terdapat di kedalaman sungai. Ia berharap dilakukan evaluasi terhadap aktivitas tambang yang ada izin atau pun tidak ada izin, yang berhubungan dengan waduk Koto Panjang di Limapuluh Kota.

Jika ditemukan aktivitas ilegal, maka ditegakkan hukum, karena tidak hanya berdampak pada dua nagari di Limapuluh Kota. Tetapi juga berpengaruh pada masyarakat di hilir yang ada di Kampar, Riau. “Saya sudah mencoba melakukan peninjauan pada masyarakat terdampak dan mereka mengatakan sampai hari ini belum mendapatkan respon positif untuk mengganti mata pencaharian mereka,” tandasnya.

Uslaini mengatakan, peristiwa tersebut tentunya mengganggu masyarakat setempat, karena salah satu mata pencaharian utama warga adalah, sebagai penangkap ikan di sungai. Ia khawatir jika masyarakat mengonsumsi ikan tersebut, akan terdampak. “Kita khawatir nantinya ikan yang dikonsumsi berdampak buruk bagi kesehatan masyarakat di sana, jika tidak ada penelitian lebih lanjut,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...

Mersin escort

»

bodrumescort.asia

»

Escort Adana bayan

»

Mersin türbanlı escort Sevil

»

Mersinde bulunan escort kızlar

»

storebursa.com

»

maltepeescort.org

»

Kayseri elit eskort

»

Eskişehir sınırsız escort

»

Eskişehirde bulunan escort kızlar

»

samsuni.net

»

Escort Adana kızları

»

eskisehir eskort

»

adana eve gelen escort

»

adana escort twitter

»

adana beyazevler escort

»

http://www.mersinindex.com

»

pubg mobile hileleri

»

Nulled themes

»

www.ankarabugun.org

»

www.canlitvtr.net

»

escort izmir

» www.escortantalyali.com