hut

Warga Bekasi Antusias Manfaatkan Amnesti PKB

Editor: Koko Triarko

BEKASI – Amnesti atau penghapusan denda pajak kendaraan bermotor (PBK) selama satu bulan, mulai 10 November hingga 10 Desember 2019 di Jawa Barat, mendapat respons positif dari masyarakat di Kota Bekasi.

Antusiasme warga untuk mengurus kendaraan bermotor, baik roda dua atau empat cukup membludak di beberapa outlet pembayaran pajak di Kota Bekasi. Di hari ke dua pemberlakuan amnesti denda pajak sejak Minggu (10/11/2019), dari target pajak yang ditentukan di Kota Bekasi sudah mencapai Rp821 juta dari 600 lebih jumlah pengurus pajak.

“Kota Bekasi mendapat target selama program amnesti pajak sebesar Rp33, 4 miliar selama pelaksanaan,” kata R. Gumiwang, Kepala Seksi Penerimaan dan Penagihan Kantor Samsat Kota Bekasi, Selasa (12/11/2019).

Dikatakan, wilayah Kota Bekasi memiliki target tertinggi dibanding daerah lain di Jawa Barat, khusus untuk penerimaan pajak selama pemberlakuan amnesti 2019, menimbang potensi PKB mencapai 1,6 juta untuk jumlah kendaraan roda dua dan empat.

Gumiwang, Kepala Seksi Penerimaan dan Penagihan Kantor Samsat Kota Bekasi, Jawa Barat, saat ditemui Selasa (12/11/2019). –Foto: M Amin

Menurutnya, pelayanan di Samsat baru dimulai sejak Senin (11/11/2019), karena pada Minggu, Samsat tutup. Di hari kedua kemarin, didominasi pengurus pajak kendaraan roda dua mencapai Motor 468 unit, sedangkan kendaraan roda empat hanya 151 unit.

“Hari pertama memang belum mencapai target. Jumlah warga yang mengurus wajib pajak kendaraan bermotor baru mencapai Rp800 jutaan lebih, tapi hari ini terlihat meningkat, tentunya bisa mencapai target,” ujarnya, sembari mengimbuhkan Kota Bekasi menargetkan Rp1,258 miliar sehari.

Namun demikian, dia menegaskan bahwa secara keseluruhan penerimaan pajak kendaraan bermotor dibanding hari biasa meningkat. Hari biasa di Samsat Kota Bekasi penerimaan pajak berkisar Rp3-4 miliar. Tapi, pada  Senin (11/11) meningkat hampir mencapai Rp7 miliar.

Gumiwang menegaskan, bahwa Samsat Kota Bekasi menarget khusus penerimaan pajak melalui sistem amnesti dalam seminggu kerja harus mencapai Rp7,549 miliar.

Diakuinya, sosialisasi terus dilakukan di tengah masyarakat melalui kelurahan dan kecamatan melalui spanduk dan selembaran. Sosialisasi tersebut juga menyampaikan, bahwa bagi wajib pajak kendaraan bermotor untuk membayar pajak tidak perlu datang ke Samsat.

“Wajib PKB bisa membayar di beberapa outlet yang tersedia di Kota Bekasi, seperti di Cibubur, Pondokgede, Ahmad Yani yang semua berjumlah enam titik,” jelas Gumiwang.

Diketahui, program Double Untung 10-10 yang diluncurkan Pemprov Jabar bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, agar taat membayar pajak tepat pada waktunya.

Program amnesti pajak tersebut ditujukan untuk yang menunggak pajak dalam jangka waktu cukup panjang, lima tahun atau lebih. Yakni dengan dihilangkan, bahkan bayarnya dikurangi cukup empat tahun pokok pajak. Tahun ke lima tidak perlu bayar karena dibebaskan pokoknya.

Namun demikian, masyarakat tetap harus mengurus Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) baru yang berlaku lima tahun dengan datang ke kantor induk dan bayar untuk yang ke depan.

“Untuk persyaratan seperti biasa, yakni foto KTP, BPKB, untuk pembayaran lima tahun STNK dicek fisik guna  identifikasi,” tukasnya.

Program tersebut bertepatan momentum Hari Pahlawan 10 November 2019, dengan membebaskan denda pajak kendaraan (amnesti) untuk semua tunggakan pajak dan diskon pajak kendaraan (menunggak 5 tahun atau lebih), pada pembayaran periode 10 November hingga 10 Desember 2019.

Lihat juga...