hut

Warga Kepiketik di Sikka Dambakan Jalan Aspal

Editor: Koko Triarko

MAUMERE – Jalan beraspal mulus membentang sejak kota Maumere hingga ke pertigaan selepas Kantor Desa Persiapan Mahe Kelan yang masih masuk Desa Egon di kecamatan Waigete, kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, terdapat sebuah papan nama kecil di sebelah selatan jalan negara trans Flores tersebut, sebagai penanda menuju kampung Kepiketik, di wilayah desa persiapan Mahe Kelan. Jalan tanah pun menyambut pengendara sejak awal menuju kampung ini.

“Sejak puluhan tahun jalan menuju kampung ini tidak pernah diaspal. Dulu, kampung Kepiketik berada di dalam kawasan hutan lindung Egon Ilimedo,” kata Susana Sina, Ketua RT 01 RW 01, Dusun Kepiketik, Desa Egon, Kamis (7/11/2019).

Susana menyebutkan, jalan menuju Dusun Kepiketik sepanjang 3 kilometer lebih ini hanya disemen beberapa bagian yang parah saja. Panjangnya pun hanya puluhan meter. Selebihnya, merupakan jalan tanah dan berbatu dan kondisinya sama sejak dibuka beberapa tahun lalu.

“Saat musim hujan jalan ini sulit dilewati sepeda motor karena licin. Bahkan, sepeda motor pun akan tergelincir dan membuat pengendaranya terjatuh dari kendaraan,” ungkapnya.

Susana Sina, Ketua RT 01 RW 01, Dusun Kepiketik, Desa Egon, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, ditemui pada Kamis (7/11/2019). -Foto: Ebed de Rosary

Warga, kata Susana, berharap agar pemerintah bisa menyemen atau mengaspal jalan ini, agar tidak kesulitan saat membawa orang sakit dan ibu hamil untuk berobat ke Puskesmas Waigete, maupun rumah sakit di kota Maumere.

“Kasihan kalau ibu hamil pasti tidak bisa dibawa, karena harus menggunakan sepeda motor dan kondisi jalannya rusak parah,” ujarnya.

Kondisi jalan ini, kata Susana, membuat bidan di Puskesmas Waigete biasanya menjemput ibu hamil yang hendak melahirkan untuk menetap di rumah saudara yang tinggal di dekat jalan negara.

“Jika tidak diungsikan di dekat jalan negara, maka bisa-bisa ibu hamil mengalami keguguran saat kendaraan melewati jalan ini,” sebutnya.

Ardianus Mersi, warga lainnya menambahkan, saat musim hujan warga tidak berani melintasi jalan ini, meskipun pengendara sepeda motornya merupakan warga Kepiketik sendiri.

“Biasanya warga dari luar daerah jarang yang datang ke sini kalau memang tidak ada keperluan yang mendesak. Paling hanya menelepon saja, sebab kondisi jalannya sulit dilewati kendaraan, apalagi saat musim hujan,” ungkapnya.

Saat melintasi jalan ini bersama rekan media, Kamis (7/11/2019) sore, kondisi jalannya memang sangat memprihatinkan. Jalan tanah berbatu ini melewati kebun warga serta mendaki dan menurun.

Selepas melewati perbukitan, kondisi jalan tampak rata, namun terdapat bebatuan berserakan di beberapa ruas jalan tersebut.

Lihat juga...