Warga Kotim Cemaskan Banyaknya Ikan Mati Mendadak

SAMPIT – Masyarakat Desa Pemantang, Kecamatan Mentaya Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, dicemaskan oleh kejadian banyaknya ikan yang mendadak mati di sungai, sehingga menimbulkan kekhawatiran kondisi ini juga akan berdampak buruk terhadap manusia.

“Kami minta pemerintah kabupaten segera menyelidiki ini. Kami juga berencana melakukan sidak (inspeksi mendadak) untuk mengetahui masalah sebenarnya,” kata Ketua Komisi II DPRD Kotawaringin Timur (Kotim), Hj. Darmawati, di Sampit, Senin (11/11/2019).

Dia mengatakan, matinya banyak ikan tersebut terjadi dalam beberapa hari terakhir. Awalnya, warga mengira kematian ikan tersebut hal biasa, namun ternyata jumlah ikan yang mati makin banyak.

Ia mengaku baru menerima laporan dari masyarakat terkait kejadian itu. Masyarakat berharap, peristiwa itu menjadi perhatian pemerintah daerah.

Masyarakat menduga, banyaknya ikan mati itu terjadi akibat sungai yang tercemar. Indikasinya adalah kematian ikan terjadi secara mendadak dan dalam jumlah cukup banyak.

Banyaknya ikan yang mati menimbulkan bau busuk di sejumlah lokasi yang terdapat banyak ikan mati. Bahkan, ada warga yang mengaku gatal-gatal ketika mencuci tangan di sungai.

Untuk mencegah dampak yang lebih buruk, masyarakat bergotong-royong membersihkan sungai dari bangkai ikan. Mereka khawatir, air yang diduga tercemar dan ditambah banyaknya bangkai ikan akan berdampak buruk terhadap ternak sapi dan tanaman padi mereka.

Kekhawatiran itu beralasan, karena pertanian dan peternakan setempat mengandalkan air dari sungai tersebut. Hal yang sangat dikhawatirkan adalah kemungkinan dampaknya terhadap manusia, karena sebagian warga masih mengandalkan air sungai untuk aktivitas dan kebutuhan sehari-hari.

Lihat juga...