1.250 Guru Madin di Purbalingga Terima Bantuan Kesra

Editor: Koko Triarko

PURBALINGGA – Perhatian Pemkab Purbalingga terhadap para guru Madrasah Diniyah (madin) dibuktikan dengan memberikan bantuan kesejahteraan rakyat (kesra). Sebanyak 1.250 guru madin menerima bantuan sebesar Rp200.000 per bulan, sebagai honor tambahan.

Pemberian bantuan tersebut diberikan langsung oleh Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi, di Pendopo Dipokusuma, Purbalingga, Kamis (19/12/2019).

Bupati menyampaikan, pemberian bantuan tersebut untuk menunjang kelancaran tugas-tugas guru madin.

“Guru madin mempunyai peran yang sangat penting, terutama dalam pembentukan akhlak generasi muda. Sehingga sudah sepantasnya kita memberikan perhatian dan ungkapan terima kasih kepada mereka, sebab mereka sudah mengantarkan anak-anak kita menjadi generasi yang Islami dan Qurani,” kata Bupati yang biasa disapa Tiwi ini.

Bantuan kesra terhadap para guru madin ini setiap tahunnya selalu ditingkatkan. Sebelumnya pada 2018, penerima bantuan kesra sebanyak 1.011 guru dan tahun  ini meningkat menjadi 1.250 guru madin.

Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi, saat acara pemberian bantuan kepada para guru madin di Pendopo Dipokusuma, Kamis (19/12/2019). –Foto: Hermiana E. Effendi

Bupati menyebut, masih ada 252 guru madin yang belum mendapatkan bantuan kesra. Dan, ia berkomitmen untuk tahun depan seluruh guru madin di Kabupaten Purbalingga sudah mendapatkan bantuan kesra.

Lebih lanjut Tiwi mengatakan, saat ini di Kabupaten Purbalingga terdapat 260 Madrasah Diniyah, dengan jumlah santri mencapai 16.000 orang lebih.

Tiwi menyadari, tidak semua Madrasah Diniyah mempunyai operasional pendidikan yang memadai. Karena itu, ia berkomitmen untuk memberikan Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) kepada seluruh madrasah yang ada di Purbalingga.

“Saya berkomitmen bagaimana madin di Kabupaten Purbalingga ini bisa berjalan dengan baik dan memadai seluruhnya, karena mereka mempunyai tugas mulai, yaitu mendidik anak-anak kita menjadi berakhlak mulia,” terangnya.

Pada kesempatan tersebut, selain memberikan bantuan kepada guru madin, bupati juga memberikan bantuan kesra untuk 385 orang Pembantu Pegawai Pencatat Nikah (P3N) dan 32 anggota takmir Masjid Agung Darussalam Purbalingga, serta bantuan sosial untuk 66 penderita thalasemia di Purbalingga. Total bantuan yang disalurkan untuk guru madin dan lainnya mencapai Rp2,267 miliar.

Sementara itu, salah satu guru madin, Nur Khasanah mengaku sangat bersyukur mendapatkan bantuan tambahan honor dari Pemkab Purbalingga. Sebab, honor guru madin tidak besar dan hanya cukup untuk operasional mengajar saja. Namun, karena panggilan hati, Nur Khasanah tetap menjalani tugasnya sebagai guru madin.

“Perhatian dari Pemkab Purbalingga tentu sangat berarti bagi kami para guru madin, dan membuat kami lebih bersemangat dalam menjalankan tugas,” tuturnya.

Lihat juga...