Acara Musik tak Bisa Dilarang di Jakarta

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, tak mau banyak berkomentar atas penolakan sejumlah organisasi masyarakat (ormas) yang meminta  acara musik bergenre electronic dance music atau EDM dibatalkan.

Namun Anies menyerahkannya kepada Kepala Dinas Pariwisata terkait acara Djakarta Warehouse Project (DWP) 2019 di Jakarta Utara.

“Tanya ke Kepala Dinas Pariwisata saja,” ucap Anies di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Kamis (12/12/2019) sore.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan (tengah), dan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Abdurrahman Suhaimi (kiri ketiga), saat ditemui di groundbreaking DP 0 rupiah di Nuansa Cilangkap Jalan Raya Cilangkap, Cipayung, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, Kamis (12/12/2019). Foto: Lina Fitria

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Abdurrahman Suhaimi, menegaskan tidak ada larangan dalam menyelenggarakan acara musik di ibu kota, selama menaati aturan.

“Negara kita termasuk DKI sebagai ibu kota (ada) aturan hukum. Jadi segala sesuatu itu dilihat dari sisi itu. Lalu, kita enggak ngelarang musik kan. Kita juga enggak larang seni budaya,” kata Suhaimi di lokasi groundbreaking DP 0 rupiah di Cilangkap.

Dia juga tidak melarang, ormas atau gerakan massa memprotes penolakan DWP. Namun, dia mengingatkan agar tidak melupakan aturan atau hukum dari setiap kegiatan yang ada di ibu kota. Suhaimi mengingatkan bahwa sesuatu yang tak disetujui belum tentu harus dilarang.

“Kalau aturan memperbolehkan (DWP), ya silakan. Kita kan punya patokan. Jadi, bukan karena kita enggak cocok kemudian kita larang. Jadi bukan karena enggak berselera lalu dilarang,” ungkapnya.

Menurutnya, semua terkait  negara hukum. Semua dilihat dari sisi sana bukan dari selera orang. Dia mempersilakan orang yang ingin bermusik, yang sifatnya masih kegiatan seni budaya.

“Kita enak bernegara karena ada patokan-patokan yang kita sepakati bersama,” sambungnya.

Hal yang sama juga dilontarkan  Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, Alberto Ali, mengatakan seiring perkembangan zaman, Jakarta menjadi lokasi bertemunya berbagai pusat kebudayaan, baik internasional maupun tradisional, maka event musik tak lagi bisa dilarang asalkan membuahkan dampak yang positif.

Lihat juga...