Akses ke Desa Wisata Cikolelet Serang Rusak

Ilustrasi - Jalan rusak -Dok: CDN

SERANG – Akses jalan menuju Desa Wisata Cikolelet, Serang, Banten rusak parah. Belum mendapatkan perbaikan dari pemerintah Kabupaten Serang maupun Provinsi Banten.

“Harapan kami ada perhatian dari pemerintah, terutama jalan menuju desa kami. Jalan desa yang masuk dari jalan utama Cinangka itu melewati dua desa. Kalau di desa kami relatif sudah bagus jalannya,” kata Kepala Desa Wisata Cikolelet, Ojat Darojat di Serang, Minggu (8/12/2019).

Ada dua ruas jalan desa yang biasa dilewati untuk menuju Desa Cikolelet, yakni Desa Baros Jaya dan Desa Sindanglaya yang kesemuanya masih di wilayah Kecamatan Cinangka. Jalan di dua desa tersebut yang sudah nampak rusak. Kondisi jalan banyak berlobang dan becek saat musim hujan. “Karena jalannya rusak, jadi memang memakan waktu cukup lama menuju ke sini. Padahal sebenarnya jaraknya tidak terlalu jauh dari jalan utama,” kata Ojat.

Ojat menyebut, membutuhkan dukungan dari pemerintah Provinsi Banten maupun Kabupaten Serang untuk perbaikan akses jalan menuju Desa Wisata Cikolelet. Apalagi Cikolelet adalah, satu-satunya Desa Wisata di Kabupaten Serang, yang telah ditetapkan melalui SK Bupati Serang. “Artinya bupati sudah meng-SK kan Cikolelet sebagai desa wisata, harusnya ada perhatian penuh dari pemda. Bagaimana wisatawan mau datang kalau jalannya rusak tidak ada penerangan jalan umum (PJU) juga,” tandasnya.

Menurut Ojat, Desa Cikolelet Kecamatan Cinangka Kabupaten Serang berpenduduk sekitar 1.326 Kepala Keluarga (KK), dengan mata pencaharian penduduk 70 persen-nya adalah petani dan pekebun. “Kami berupaya melakukan inovasi pengembangan menjadi desa wisata. Ada empat potensi wisata alam yang kami miliki diantaranya puncak Cibaja, Curug Lawang dan Curug Kembar,” katanya.

Adapun wisata desa lainnya seperti kesenian tradisional pencak silat, rudat, calung, rampak kosidah dan marawis. Selain itu wisata tradisi atau budaya ngagurah dano, yang sudah masuk menjadi agenda tahunan Anyer Krakatau Culture Festival (AKCF) yang biasa dilaksanakan Kabupaten Serang bersama Kementerian Pariwisata.

“Ada juga wisata ekonomi kreatif dan UKM seperti pembuatan emping melinjo, daur ulang sampah plastik, penyulingan minyak sereh wangi, kelompok petani hutan, pencari madu alam dan pengembangbiakan kambing etawa,” kata Ojat.

Deni (35), salah seorang pengunjung Desa Wisata Cikolelet berharap, pemerintah segera memberikan perhatian untuk pengembangan dan kemajuan desa wisata Cikolelet. Sebab, potensi wisata yang dimiliki Cikolelet cukup bagus dalam dan bisa untuk menunjang perekonomian masyarakat desa. “Wisata alamnya cukup bagus, masyarakat juga nampaknya sudah terbina dengan baik. Hanya saja tadi saya lihat jalan masuknya rusak parah, jadinya kurang nyaman aja,” kata Deni uyang merupakan wisatawan asal Tangerang. (Ant)

Lihat juga...