Alih Fungsi Lahan Ubah Kontur Perbukitan Register 1 Way Pisang

Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo

LAMPUNG — Alur longsor akibat aliran air dari perbukitan mulai terlihat jelas pada ratusan hektare lahan di Register 1 Way Pisang, Lampung Selatan (Lamsel). Alih fungsi kawasan perbukitan sebagai penahan resapan air menjadi lahan pertanian menimbulkan siring kecil pembawa material longsor.

Dalam jangka belasan tahun, sejumlah bukit di wilayah tersebut bahkan sudah hilang. Penggunaan herbisida, pestisida, pupuk kimia untuk pertanian ikut menyumbang erosi.

Muskin, warga Desa Karangsari, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan menyebutkan, lahan tersebut yang dulunya merupakan hutan dimanfaatkan warga untuk pertanian yang didominasi jagung, pisang, singkong, karet dan kelapa sawit.  Sejumlah siring menjadi pertanda semakin bertambahnya lahan yang longsor.

“Puluhan tahun silam sejumlah bukit di wilayah register 1 Way Pisang ini dipenuhi dengan vegetasi pohon gebang, gandri, merbau dan tanaman endemik,namun sudah berubah menjadi lahan pertanian,” ungkap Muskin saat ditemui Cendana Newa tengah mencari pakan ternak, Rabu (18/12/2019).

Perubahan kontur tanah yang semula didominasi humus atau tanah subur telah berubah menjadi tanah padas yang juga menyulitkan untuk mencari pakan ternak.

“Penggunaan pupuk kimia yang berlebih pada lahan pertanian menyebabkan tanah tergerus menjadi tanah padas,” tambahnya.

Sulitnya mencari pakan hijauan pada kawasan tersebut juga diakui Suyatinah warga Penengahan. Ia terpaksa harus memilih lokasi yang belum disemprot dengan herbisida.

Sebagian petani yang menanam jagung memilih menggunakan herbisida dan zat kimia lain untuk membersihkan lahan. Imbasnya pencari pakan rumput harus berhati hati agar ternak tidak keracunan.

Alih fungsi lahan menjadi lahan pertanian pada wilayah itu juga berimbas pendangkalan pada waduk Pergiwo. Waduk yang menjadi sumber pengairan di wilayah tersebut mulai tertimbun longsor perbukitan.

Mardi, petani di Desa Karangsari Kecamatan Ketapang Lampung Selatan memanfaatkan kawasan register 1 Way Pisang untuk menanam jagung. Ia tengah mempersiapkan lahan dengan proses membajak memakai tenaga sapi, Rabu (18/12/2019). Foto: Henk Widi

Sementara itu, salah satu warga yang memanfaatkan lahan tersebut, Mardi menyebutkan ia berencana untuk menanami jagung. Proses pengolahan lahan telah dilakukan dengan memakai bajak tenaga sapi.

Semula perbukitan tersebut ditanami dengan berbagai jenis pohon lalu dirombak menjadi lahan penanaman jagung. Keuntungan lebih cepat secara ekonomi menjadi pilihan ribuan masyarakat memilih menanam jagung dibandingkan kayu keras.

“Kami pernah menanam sengon namun karena masa panen lama lebih baik menanam, jagung, pisang dan singkong,” beber Mardi.

Lihat juga...