Anggaran Terbatas, Pemerintah Diminta Fokus di 10 Cabang Olahraga Olimpiade

Sejumlah narasumber saat berbicara di Lokakarya bertajuk 'Mencari Desain Pembinaan Pasca Rasionalisasi 10 cabang olahraga PON 2020' di Hotel Kampi Surabaya, Sabtu (14/12/2019) – Foto Ant

JAKARTA – Pemerintah Indonesia diminta untuk segera memfokuskan pembinaan prestasi pada sepuluh cabang olahraga olimpiade.

Hal itu mempertimbangkan anggaran Pelatnas yang terbatas. Kesepuluh cabang olimpiade yang harus diprioritaskan tersebut di antaranya, bulu tangkis, angkat besi, panahan, renang, senam, atletik, dan balap sepeda. Direktur Keluarga, Perempuan, Anak , Pemuda dan Olahraga Kementerian PPN/Bappenas, Woro Srihastuti Sulisyaningrum menuturkan, pemerintah sudah sepatutnya segera memberikan fokus perhatian kepada kesepuluh cabang tersebut.

Harapannya, Indonesia bisa siap menghadapi olimpiade 2024. “Kalau untuk lolos kualifikasi ke Olimpiade 2020 persiapannya terlalu sebentar. Jadi dengan fokus ke cabang olimpiade, setidaknya itu sebagai persiapan kita nanti di olimpiade 2024,” ujar Woro, dalam seminar kajian strategis penyusunan peta jalan (road map) peningkatan prestasi olahraga oleh Kementerian PPN/Bappenas di Jakarta, Rabu (18/12/2019).

Urgensi tersebut diperlukan, selain karena anggaran yang terbatas, tetapi juga mempertimbangkan rekam jejak prestasi Indonesia di olimpiade. Kementerian PPN/Bappenas dalam laporannya menyebut, sepanjang sejarah olimpiade, Indonesia hanya konsisten meraih medali pada tiga cabang olahraga, yakni bulu tangkis, panahan, dan angkat besi.

Dengan prioritas pembinaan kepada cabang olimpiade, Indonesia diyakini dapat mengulang prestasinya di olimpiade 2024 mendatang. Hal senada juga disampaikan oleh pengamat olahraga nasional Fritz E. Simanjuntak. Ia berpendapat, meskipun penentuan sepuluh cabang olimpiade itu masih belum sempurna, tapi ia menilai itu bisa diterima sebagai langkah awal dalam peningkatan pembinaan olahraga di Indonesia.

“Sepuluh cabor olimpiade yang ditentukan oleh Bappenas tidak sempurna, tapi ini patut diterima sebagai start. Australia hanya fokus pada delapan cabang olahraga. Jadi Indonesia nggak usah berambisi besar dapat banyak emas di olimpiade,” kata Fritz.

Ketua Olimpian Indonesia yang juga mantan atlet tenis nasional, Yayuk Basuki, turut mengamini strategi tersebut. Ia menilai anggaran Pelatnas cabang olahraga olimpiade dan rekreasi tidak bisa disamaratakan. Pemerintah, harus lebih fokus memprioritaskan cabang-cabang olimpiade. “Di Manila ada 56 cabor. Itu berati kita nggak fokus. Anggaran sekian, dibagi rata, ya enggak bisa,” ucap Yayuk. (Ant)

Lihat juga...