Angin Kencang Landa Magetan, Sejumlah Rumah Rusak

MAGETAN – Sejumlah desa di enam kecamatan di kabupaten Magetan, Jawa Timur, Rabu dilanda angin kencang hingga merusak bangunan rumah dan menumbangkan pohon-pohon.

“Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Magetan mencatat angin kencang terjadi di Kecamatan Panekan, Karas, Sukomoro, Maospati, Barat, dan Sidorejo,” ujar Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Magetan, Fery Yoga Saputra, kepada wartawan.

Menurut dia, pohon tumbang terjadi di Jalan Raya Glodok-Simo, Desa Karas, Kecamatan Karas; jalan penghubung Desa Bogem-Truneng, Desa Bogem, Kecamatan Sukomoro; Jalan Raya Turi-Banjarejo, Kecamatan Panekan; di Desa Cepoko, Kecamatan Panekan; jalan penghubung Desa Terung-Widorokandang; dan RT 10, RW 02, Desa Getasanyar, Kecamatan Sidorejo.

“Selain itu, juga ada di Desa Karangsono dan Tebon, Kecamatan Barat. Beberapa hari ini, hujan deras dan angin kencang sangat bepotensi di Magetan,” kata dia.

Fery menyebut pohon tumbang di Magetan itu sudah ditangani, sedangkan bangunan rusak masih didata. Sebagian besar bangunan rumah yang rusak sudah ditangani warga sendiri. Meski demikian, pihaknya terus melakukan pemantauan.

“Kerusakan tidak terlalu parah. Sementara ini belum ada laporan korban jiwa ataupun luka,” kata dia lebih lanjut.

Pihaknya mengimbau warga untuk waspada jika terjadi hujan lebat disertai angin puting beliung. Berdasarkan informasi BMKG, prakiraan peningkatan curah hujan secara signifikan akan terjadi pada Januari hingga Maret 2020. Meski demikian, bulan Desember yang merupakan pancaroba awal musim hujan juga perlu diwaspadai.

Bencana yang sama terjadi di Kabupaten Madiun. Tercatat, angin kencang menerjang wilayah Desa Ngadirejo, Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun.

Selain di Desa Ngadirejo, angin kencang juga terjadi di Desa Sumberbendo, Kecamatan Saradan; Desa Dempelan, Kecamatan Madiun; Desa Klecorejo, Desa Sidodadi, Desa Mejayan, Kecamatan Mejayan.

Dampak terparah dirasakan oleh warga bernama Wakiran. Rumah semi permanen milik warga Desa Sumberbendo itu roboh. Akibat kejadian tersebut, Wakiran sekeluarga harus tidur menumpang di rumah tetangga untuk sementara waktu.

Warga berharap bantuan dari Pemerintah Kabupaten Madiun segera turun sehingga tidak perlu menumpang ke tetangga lagi. (Ant)

Lihat juga...