Anies: Pos Sahabat Perempuan dan Anak Simbol Kota Ramah

Editor: Makmun Hidayat

JAKARTA — Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menegaskan Pemprov DKI terus berbenah mewujudkan transportasi umum yang ramah.  Pihaknya juga berkomitmen Jakarta menjadi provinsi ramah perempuan dan anak. 

Salah satu upaya yang dilakukan Pemprov DKI yakni mendirikan Pos Sahabat Perempuan  dan Anak, sebagai bentuk peningkatan mutu pelayanan agar masyarakat mau berpindah menggunakan transportasi umum.

“Jakarta akan terus berkomitmen selain mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke kendaraan umum, sekaligus membuktikan Jakarta sebagai kota yang ramah perempuan dan anak,” ucap Anies di Terowongan Kendal, Jakarta Pusat, Selasa (10/12/2019) siang.

Keberadaan Pos Sahabat Perempuan dan Anak ini juga sekaligus untuk menindaklanjuti Keputusan Gubernur Nomor 1107 tahun 2019 tentang Perubahan Atas Keputusan Gubernur Nomor 1043 tahun 2018 tentang Daftar Kegiatan Starategis Daerah, pada poin 13 tentang perlindungan dan pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Menurut dia, Pos Sahabat Perempuan dan Anak menjadi simbol Jakarta adalah kota yang ramah bagi perempuan dan anak. “Bila kota ini ramah kepada perempuan dan anak, juga kepada lansia dan penyandang disabilitas, maka kota ini akan aman untuk semua,” ujarnya.

Dengan adanya pelayanan tersebut, maka masyarakat terutama perempuan semakin nyaman dan yakin untuk meninggalkan transportasi pribadi. “Nah ini semua harus didukung dengan suatu suasana di kendaraan umum yang nyaman, khususnya bagi kaum perempuan dan anak,” ungkapnya.

Selain itu dia menilai, pentingnya membuat kota ramah perempuan dan anak untuk membuat kota yang aman bagi semua kalangan.

Pos Sahabat Perempuan dan Anak ini nantinya tidak hanya berada di Stasiun MRT Dukuh Atas, namun juga di seluruh stasiun, baik MRT, LRT, maupun halte transjakarta. Di transjakarta ada 240 halte, lalu ada 6 stasiun LRT, dan ada 13 stasiun MRT.

“Kita berharap seluruh stasiun dan halte dan petugasnya ada menggunakan pin. Insyaallah akan memberikan perasaan aman dari seluruh pengguna transportasi. Di semua tempat itu, kami bangun Pos Sahabat Perempuan dan Anak,” ucap Anies.

Nantinya di pos tersebut terdapat ruang layanan untuk perempuan dan anak, termasuk pengecekan kesehatan. Disebutkan ada beberapa pos serupa di stasiun dan halte Transjakarta.

Anies menggarisbawahi bahwa makna sahabat dalam Pos Sahabat Perempuan dan Anak merupakan bagian dari usaha Pemprov DKI membangun kesadaran akan pentingnya perlindungan bagi perempuan dan anak. Sehingga nantinya petugas yang ada di pos tersebut selain melakukan pelayanan secara pasif menunggu laporan datang, tetapi juga aktif mengkampanyekan antikekerasan perempuan dan anak.

Dia menyebutkan beberapa penghargaan kota ramah anak yang didapat Jakarta selama ini. Namun, dia tak hanya ingin sekedar penghargaan. “Dari KPAI memberikan penghargaan sebagai kota ramah anak, dari Kementerian Perlindungan Perempuan dan Anak kami juga mendapatkan penghargaan. Yang kami ingin juga bukan hanya penghargaannya, tetapi juga perasaan yang ada di seluruh masyarakat. Itu yang ingin kami dorong,” ungkapnya.

Sementara Kepala Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DPPAPP) Provinsi DKI Jakarta, Tuty Kusumawati, menyampaikan nantinya pengaduan di Pos Sahabat Perempuan dan Anak akan terintegrasi dengan sistem pengaduan yang ada di Pemprov DKI Jakarta.

Tuty juga menerangkan akan ada tiga jenis pelayanan di Pos Sahabat Perempuan dan Anak di masing-masing stasiun dan halte. “Ada tiga layanan yang diberikan dan sudah terstandar ISO 9001-2015 antara lain pengaduan, pendampingan psikologi, layanan pendampingan hukum. Llayanan lainnya adalah rumah sakit terkait visum gratis disediakan Pemprov DKI dan pendampingan ke kepolisian,” tutupnya.

Lihat juga...