Anjungan Jambi TMII Gelar Festival Selaras Pinang Masak XI

Editor: Makmun Hidayat

JAKARTA — Memeriahkan Hari Ulang Tahun Provinsi Jambi ke-63, Anjungan Jambi Taman Mini Indonesia Indah (TMII) menggelar Festival Selaras Pinang Masak XI.

Kepala Sub Bidang Promosi Informasi dan Seni Budaya Anjungan Jambi TMII, Wika Efiyanti SH, mengatakan, Festival Selaras Pinang Masak ini rutin digelar setiap tahunnya.  Tahun 2019 ini merupakan yang ke-11 dengan tetap mengangkat seni tari Nusantara yang dilombakan.

“Dalam rangka turut memeriahkan HUT Jambi yang ke-63, yang jatuh pada tanggal 6 Januari 2020 mendatang. Kami  berpartisipasi  dalam lomba tari Festival Selaras Pinang Masak ini,” kata Wika kepada Cendana News ditemui di  Anjungan Jambi TMII, Jakarta, Minggu (8/12/2019) sore.

Festival ini digelar sejak tahun 2009 dengan menyajikan lomba tari Nusantara untuk memperebutkan piala bergilir Gubernur Jambi.

Pada festival tahun 2019 ini diikuti 30 peserta diklat seni anjungan daerah yang ada di TMII dan sanggar seni tari dari berbagai daerah.

Tari yang dilombakan tidak terfokus pada tarian khas Jambi, tetapi tari Nusantara. Tujuannya kata Wika, adalah untuk melestarikan tarian tradisional warisan nenek moyang.

Kepala Sub Bidang Promosi Informasi dan Seni Budaya Anjungan Jambi TMII, Wika Efiyanti SH (hijab merah) memberikan piala bergilir Gubernur Jambi kepada Elita, perwakilan juara umum dari Diklat Seni Anjungan Jawa Timur TMII pada Festival Selaras Pinang Masak XI di Anjungan Jambi TMII, Minggu (8/12/2019) malam. -Foto: Sri Sugiarti

“Kenapa tari Nusantara yang dilombakan? Ya untuk memperkenalkan ragam budaya kita, agar tidak terlupakan oleh generasi milenial. Karena mereka kan lebih suka budaya asing,” ujar Wika.

Oleh karena itu tambah dia, Anjungan Jambi rutin menggelar festival ini dengan harapan jangan sampai budaya tradisi tertinggal oleh negara lain.

“Kami berkomitmen untuk lestarikan tari Nusantara lewat Festival Selaras Pinang Masak ini. Ya agar generasi milenial lebih cinta budaya sendiri. Dan tentu harapan kami agar budaya kita tidak diambil negara lain,” tukasnya.

Ajungan Jambi akan terus menggalakan acara ini dengan tarian Nusantara berpadu inovasi kreasi.  Dia berharap festival ini bisa memotivasi generasi milenial untuk lebih semangat belajar tarian Nusantara. Hingga kemudian tumbuh dalam hatinya untuk turut melestarikan budaya daerahnya.

Untuk para pemenang selain mendapatkan piala dan piagam juga akan diberikan uang pembinaan dari Anjungan Jambi TMII.

“Juara pertama akan saya bawa ke Jambi untuk ikut memeriahkan HUT Jambi ke-63. Karena selama ini hanya tampil di anjungan ini saja. Jadi diharapkan Pemda Jambi bisa melihat potensi mereka dalam kesenian,” imbuhnya.

Wiwi Widiastuti, salah satu juri Festival Selaras Pinang Masak XI mengatakan, kriteria penilaian mencakup penampilan, kostum tata rias dan kreasi tarian. Juga keharmonisan saat tampil baik itu gaya, tata rias, mike up, pola lantai, dan konsitensi dalam panggung ketika menari.

“Yang dinilai adalah penariannya, yaitu kemampuan keahlian ketika mereka menari tradisi dari daerahnya,” kata Wiwi kepada Cendana News disela-sela sidang penentuan pemenang.

Penari Miskala Seblang, Diklat Seni Anjungan Jawa Timur TMII, raih jaura pertama berfoto usai lomba Festival Selaras Pinang Masak XI di Anjungan Jambi TMII, Jakarta, Minggu (8/12/2019). Foto: Sri Sugiarti

Diklat Seni Anjungan Jawa Tengah TMII dengan tarian ‘Miskala Seblang’ meraih juara pertama sekaligus juga sebagai juara umum Festival Selaras Pinang Masak XI.

“Kami senang dan bangga nggak nyangka jadi juara umum, padahal kan peserta lain tariannya sangat bagus ya,” kata Elita, salah satu penari Diklat Seni Anjungan Jawa Timur TMII, kepada Cendana News ditemui usai menerima hadiah di Anjungan Jambi TMII,Jakarta, Minggu (8/12/2019) malam.

Tarian ini berkisah tentang ritual tahunan di Banyuwangi, yaitu ritual bersih desa. “Nah,  ritual desa itu yang disebut Seblang. Ini yang diangkat tradisi Seblang Lukinto yang ada di salah satu desa di Banyuwangi. Ini merupakan acara rutin tahun yang akhirnya diangkat jadi karya tari,” jelas Elita.

Juara kedua dimenangkan oleh Sanggar Margasari, juara ketiga adalah Sanggar Seni Putra Purnayudha. Sedangkan juara harapan pertama yaitu Sanggar Swargaloka dan harapan kedua yakni Sanggar Tari KTF UI Radha Sarisa, serta harapan ketiga adalah Baladewa Galaksinongnong Art.

Adapun juara favorit pertama dimenangkan Pademokan Kalang Kemuning. Sedangkan juara favorit kedua yaitu Sanggar Seni Gema Asyura Bengkulu, dan favorit ketiga adalah Diklat Seni Khatulistiwa. Sedangkan juara favorit keempat diraih oleh Sanggar Bumi Anoa, juara favorit kelima yaitu Sanggar Puspa Arum. Dan  Sanggar Korwar Sorong Papua Barat meraih juara favorit keenam Festival Selaras Pinang Masak XI.

Lihat juga...