Antisipasi Genangan Air, Sekda DKI Ajak Kerja Bakti

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Sekretaris Daerah (Sekda) Pemprov DKI Jakarta, Saefullah, menuturkan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta pada Minggu, 22 Desember siap mengerjakan kerja bakti yang melibatkan sejumlah satuan kerja perangkat daerah (SKPD). Pasalnya, beberapa ruas jalan tergenang air, akibat hujan deras mengguyur wilayah Jakarta. 

Menurutnya, kerja bakti ini untuk memantau titik-titik genangan air setelah kemarin muncul belasan titik genangan saat diguyur hujan.

“Hari minggu besok, kita mau kerja bakti besar melibatkan semua komponen kita di provinsi. Pak gubernur juga memonitor,” kata Sekda, Rabu (18/12/2019).

Dia menginginkan pada kegiatan kerja bakti ini, dapat mencegah banjir Jakarta. Kemudian fasilitas pencegahan banjir siap digunakan pada musim penghujan ini. Juga fasilitas penunjang banjir, antara lain mulut air, tali air, atau bak kontrol.

“Sasarannya adalah yang menjadi genangan, kenapa genangan, mungkin tali airnya, mungkin mulut airnya, mungkin bak kontrolnya atau mungkin salurannya. Itu yang mau kita kejar mau kita telisuri itu supaya kalau ada debit hujan besar tidak terjadi lagi,” tutur Sekda.

Saefullah menuturkan terkait banjir kemarin, air cukup cepat surutnya. Meskipun dia menegaskan pantauan terus dilakukan karena ke depan dia dan jajarannya tidak mengetahui intensitas hujan maupun durasinya. Dia menegaskan ingin antisipasi saja.

“Kemarin kan cukup besar tuh, walaupun durasinya pendek kan kita enggak tahu ke depan mau ada intensitas hujan seperti apa durasinya kita juga enggak tahu, jadi kita antisipasi saja,” ungkapnya.

Sementara Kepala Dinas Sumber Daya Air (Kadis SDA), Juaini, menuturkan durasi genangan kemarin rata-rata selama 30 menit. Menurut dia, durasi itu merupakan waktu yang tidak terlalu lama. Saat ini kondisi di Jakarta sudah kembali normal tidak ada genangan.

“Untuk lokasi genangan kemarin sore juga rata-sekitar sekitar 30 menit sudah hilang genangan di beberapa tempat,” kata Juaini kepada wartawan, terpisah.

Dia mengatakan, penyebab terjadinya genangan yang cukup tinggi dikarenakan antrean debit air ke mulut-mulut air. Namun, Juaini tidak menyebut secara rinci jumlah sumur resapan yang ada di kawasan Senayan dan lokasi yang terjadi genangan Selasa sore.

“Sebagian besar genangan kemarin karena antrean air yang masuk ke mulut-mulut air. Jadi, solusinya mulai hari ini kita perbanyak mulut-mulut air yang masuk dari badan jalan,” tuturnya.

Dia menambahkan, Dinas SDA menambah jumlah drainase vertikal, atau sumur resapan. Wilayah prioritas penambahan drainase, kata Juaini, di kawasan Senayan, dan Gatot Subroto.

“Iya ada. Di Senayan, Gatot Subroto, dan wilayah yang agak lama surutnya,” ucapnya.

Dia menjelaskan pembuatan drainase tidak memakan waktu lama, sehingga jika hujan kembali mengguyur Jakarta air akan lebih cepat masuk ke dalam mulut-mulut air.

Lihat juga...