ASDP Bakauheni Siapkan Barikade Jalan Antisipasi Kemacetan

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Menghadapi libur Natal dan Tahun Baru 2019/2020, PT ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni menyiapkan sejumlah barikade jalan kendaraan, yang terbagi untuk kendaraan dari Jalan Lintas Sumatra (Jalinsum) dan Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS).

Hasan Lessy, General Manager PT ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni, menyebut barikade jalan itu untuk mencegah kemacetan di loket pembelian tiket. Sebanyak empat jalur telah dipisahkan dengan barikade jalan beton dan water barrier.

Empat jalur untuk manajemen rekayasa lalu lintas yang disiapkan meliputi jalur pengunjung, jalur reguler, jalur motor dan jalur mall atau dermaga eksekutif.

“Manajemen rekayasa lalu lintas sudah dikoordinasikan dengan Ditlantas Polda Lampung, karena jalur terintegrasi dengan JTTS,” kata Hasan Lessy, saat dikonfirmasi di Bakauheni, Minggu (15/12/2019).

Hasan Lessy, General Manager PT ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni, Lampung Selatan, saat ditemui Cendana News,di ruang rapat ASDP Bakauheni, Minggu (15/12/2019). -Foto: Henk Widi

Menurutnya, pembuatan barikade jalan disosialisasikan kepada masyarakat, sebab angkutan libur Nataru mulai Jumat (20/12) hingga Sabtu (4/1/2020) memakai pelabuhan Bakauheni, akan meningkat. Prediksi peningkatan menurut Hasan Lessy karena libur Nataru berbarengan dengan libur sekolah.

“Pengaturan barikade jalan sekaligus mengantisipasi meningkatnya volume kendaraan akibat lancarnya lalu lintas dari Sumatra Selatan ke Lampung, memakai jalan tol Trans Sumatra langsung ke pelabuhan Bakauheni,” ungkap Hasan Lessy.

Volume kendaraan roda empat yang meningkat dari jalan tol langsung ke pintu pembelian tiket, diantisipasi dengan penambahan loket. Pembayaran tiket dengan sistem nontunai (cashless) yang sudah diberlakukan sejak 2018, menurutnya tidak pernah mengalami kendala. Sebab, pengendara yang melintas melalui jalan tol sudah memiliki saldo.

Mengantisipasi kemacetan, pengendara dari jalan tol akan diarahkan ke loket pembelian tiket tetap dan portable. Semula, disiapkan loket sebanyak 15 pada hari normal, saat libur Nataru ini sebanyak 29 loket disediakan.

Loket yang disediakan meliputi 3 loket kendaraan roda dua eksekutif, 3 loket roda dua reguler, 11 loket roda empat reguler dan 6 loket roda empat eksekutif.

“Pada barikade jalan, nanti akan disiagakan petugas untuk mengarahkan kendaraan yang akan membeli tiket,” beber Hasan Lessy.

Pengaturan barikade jalan, juga dikoordinasikan dengan Polres Lampung Selatan. Rekayasa lalu lintas dimulai di titik pertemuan Jalan Lintas Sumatra (Jalinsum) dan Jalan Lintas Timur Lampung (Jalintim).

Pemasangan barikade dengan beton dan water barrier melibatkan PT Pembangunan Perumahan (PP), yang sedang melaksanakan pembangunan dermaga IV Bakauheni.

Hasan Lessy mengatakan, barikade jalan menuju pelabuhan Bakauheni sangat krusial saat libur Nataru. Sebab, saat libur Nataru masyarakat yang akan menuju ke pelabuhan berasal dari pengunjung, calon pengguna jasa. Pengaturan kendaraan yang akan menuju ke pelabuhan untuk menyeberang dengan kapal atau hanya menuju terminal akan dipisah.

“Barikade jalan sekaligus mencegah kendaraan berbalik arah atau mencegah titik pertemuan beda arah yang kerap menyebabkan kemacetan,” ungkap Hasan Lessy.

Pemasangan barikade jalan akan dibarengi dengan adanya fasilitas loket portable, yang akan ditempatkan di lokasi yang sudah diberi tenda. Pengguna kendaraan roda dua akan diberi fasilitas tenda, kipas angin, mencegah penumpang kepanasan dan kehujanan saat menunggu untuk naik kapal.

Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Cabang Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (DPC Gapasdap) Bakauheni, Warsa, menyebut libur Nataru tahun ini diprediksi akan berbeda. Sebab, libur berbarengan dengan libur sekolah didukung fasilitas jalan tol yang sudah beroperasi penuh.

“Antusiasme masyarakat memakai jalan tol saat pulang dari Jawa ke Sumatra akan berimbas sebaliknya saat pulang dari Sumatra ke Jawa,” beber Warsa.

Warsa juga menyebut, pelabuhan Bakauheni akan mengalami kesibukan saat arus balik libur Nataru. Saat arus mudik dominasi kendaraan dari Jawa ke Sumatra tidak akan berpengaruh bagi lalu lintas. Namun, potensi bottle neck seperti sumbatan pada botol bisa mengakibatkan kemacetan. Pemasangan barikade jalan menjadi salah satu solusi mencegah kemacetan tersebut.

Kesiapan armada kapal diakuinya sudah dilakukan dengan 69 kapal, dan 65 di antaranya siap operasi. Sebanyak 6 dermaga dengan kapasitas kendaraan campuran berjumlah 6.160 unit, akan mengurai kemacetan.

“Sosialisasi kepada masyarakat agar mengisi saldo uang elektronik bisa mencegah kemacetan. Sebab, penyedia isi ulang saldo (top up) telah tersedia di sepanjang Jalinsum, konter dan toko waralaba,” pungkasnya.

Lihat juga...