Australia Siapkan Kompensasi untuk Sukarelawan Pemadam Kebakaran

Api membakar seluruh hutan terlihat dari Gunung Tomah di New South Wales, Australia, Minggu (15/12/2019) – Foto Ant

MELBOURNE – Pemerintah Australia menyiapkan kompensasi, untuk sukarelawan pemadam kebakaran di negara bagian New South Wales (NSW). Mereka telah bekerja memadamkan amukan api akibat kebakaran hutan.

Perdana Menteri Australia, Scott Morrison mengatakan, kompensasi hingga 6.000 dolar Australia, atau setara Rp58 juta, disediakan bagi para pemadam yang menghabiskan waktu lebih dari 10 hari di lapangan, selama musim kebakaran hebat yang melanda negara tersebut. “Saya paham bahwa para sukarelawan pemadam kebakaran di NSW telah bekerja dengan berat, khususnya di area pedesaan dan daerah,” ujar Morrison dalam pernyataan resminya, Minggu (29/12/2019).

Dia menyebut, musim kebakaran yang hadir terlalu dini serta berkepanjangan, telah membuat panggilan tugas untuk sukarelawan pemadam kebakaran melebihi biasa. Awalnya, pemimpin konservatif itu menyatakan, kompensasi untuk para sukarelawan pemadam bukanlah suatu prioritas. Namun, Morrison mendapat tekanan politik terkait masalah itu karena kebakaran semakin menyebar.

Pada Selasa (24/12/2019), Morrison mengumumkan, para pekerja pemerintahan akan mendapat dana cuti tambahan jika bergabung sebagai sukarelawan pemadam. Namun, terdapat perbedaan aturan di beberapa negara bagian Australia, sehingga sebagian sukarelawan harus bernegosiasi langsung dengan atasan mereka mengenai kebijakan cuti.

Kebakaran hutan telah melahap empat juta hektare lebih lahan di lima negara bagian sejak September. Kebakaran telah mengakibatkan delapan orang tewas. Keadaan yang lebih dingin di beberapa wilayah pada pekan Natal ini cukup membantu penanganan api. Namun, risiko kebakaran kembali meningkat pada hari-hari terakhir di 2019 ini.

Pada Minggu (29/12/2019) misalnya, pengelola festival musik besar di Negara Bagian Victoria memutuskan untuk membatalkan acaranya atas pertimbangan prediksi cuaca ekstrem pada Senin (30/12/2019). “Setelah berkonsultasi dengan otoritas pemadam kebakaran lokal dan regional, serta pemangku kepentingan kejadian darurat lainnya, jelas bahwa kami tidak mempunyai pilihan lain,” tulis pengelola festival di Facebook.

Sementara, kebakaran di NSW disebut-sebut semakin ekstrem. Pemerintah setempat meminta warga dan wisatawan untuk segera mengevakuasi diri. (Baca : https://www.cendananews.com/2019/12/kebakaran-semakin-ekstrem-warga-dan-turis-di-australia-diminta-mengungsi.html )  (Ant)

Lihat juga...