BBMKG Jayapura Keluarkan Prospek Sepekan Gelombang Tinggi

Ilustrasi [pixabay]

JAYAPURA — Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah V Jayapura, mengeluarkan prospek sepekan gelombang tinggi di perairan Papua pada periode 14 sampai 20 Desember 2019.

Kepala BBMKG Wilayah V Jayapura, Petrus Demon Sili, mengemukakan pada 14 hingga 16 Desember 2019 gelombang tinggi signifikan 0,25-1,25 meter terjadi di Perairan Biak, Teluk Cenderawasih.

“Selanjutnya, terjadi di perairan Amamapere -Agats, Perairan Merauke dan laut Arafuru bagian timur,” kata Petrus di Jayapura, Rabu (18/12/2019).

Lanjut dia, gelombang tinggi yang sama yakni 0,25-1,25 meter juga terjadi di Perairan Cenderawasih, Perairan Amamapere-Agats, Perairan Yos Sudarso, dan laut Arafuru bagian timur pada 17 sampai 20 Desember 2019.

“Pada 14 hingga 16 Desember 2019 gelombang tinggi signifikan 1,25-2,50 meter terjadi di Samudera Pasifik Utara Biak,” ujarnya.

Kemudian, kata Petrus, pada 17 sampai 20 Desember 2019 gelombang tinggi signifikan 1,25-2,50 juga terjadi di Perairan Biak, Samudera Pasifik Utara Biak, Samudera Pasifik Utara Jayapura, Perairan Jayapura-Sarmi dan Perairan Merauke.

BBMKG Jayapura mengingatkan nelayan dan nakhoda kapal mewaspadai angin kencang dan gelombang tinggi sepekan.

Petrus mengatakan, pihaknya berharap nelayan, nakhoda kapal Tongkang, Kapal Ferry dan kapal berukuran besar memperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran.

“Untuk perahu nelayan diharapkan mewaspadai kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang diatas 1,25 meter,” katanya.

Untuk nakhoda kapal tongkang, diharapkan memperhatikan kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang diatas 1,5 meter.

Kemudian, nakhoda kapal Ferry pihaknya berharap memperhatikan kecepatan angin 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 meter.

“Sedangkan kapal ukuran besar seperti kapal kargo/kapal pesiar diharapkan memperhatikan kecepatan angin lebih dari 12 knot dan tinggi gelombang diatas 4,0 meter,” katanya.

Petrus juga memohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar selalu waspada. [Ant]

Lihat juga...