Benamkan Granada, Levante Sukses Hentikan Catatan Kekalahan

Bek Levante Jorge Miramon menggiring bola dalam pertandingan Liga Spanyol melawan Granada yang dimainkan di Stadion Los Carmenes, Granada, Sabtu (14/12/2019) – Foto Ant

JAKARTA – Levante sukses menghentikan catatan dua kekalahan beruntunnya, setelah meraih kemenangan 2-1 atas tuan rumah Granada, dalam pertandingan Liga Spanyol yang dimainkan di Stadion Los Carmenes, Granada, Sabtu (14/12/2019).

Berbekal tiga poin dari laga tersebut, Levante naik satu strip ke peringkat ke-11 dengan koleksi 17 poin. Granada masih berada di peringkat kesembilan dengan 24 poin, seperti yang tertuang di catatan laman resmi Liga Spanyol.

Babak pertama diwarnai jual-beli serangan oleh kedua tim. Granada yang ingin memelihara tren positif, memiliki dua peluang melalui tembakan Alvaro Vadillo dan Maxime Gonalons pada sepuluh menit pertama. Hal tersebut dibalas dengan peluang milik Levante, melalui sepakan melebar Enis Bardhi. Granada terus menekan dan melahirkan peluang demi peluang dari tembakan kaki kiri Carlos Neva dan tandukan Carlos Fernandez, yang masih dapat digagalkan kiper Levante Aitor Fernandez.

Menjelang babak pertama usai, Levante yang memberikan ancaman nyata melalui tembakan Jose Luis Morales. Namun bola masih membentur mistar gawang. Kebuntuan pecah pada menit ke-55. Mendapat operan dari Jose Campana, Ruben Rochina meneruskannya dengan tembakan kaki kiri dari luar kotak penalti untuk membawa Levante memimpin.

Penderitaan Granada bertambah, saat Enis Bardhi melakukan pelanggaran terhadap pemain Levante. Bola tendangan bebas hasil pelanggaran tersebut, disambar Darwin Machis untuk menggandakan keunggulan tim tamu. Kemasukan dua gol membuat Granada mencoba tampil lebih agresif. Sejumlah peluang lagi-lagi mereka dapatkan melalui Yangel Herrera, Yan Eteki, Adrian Ramos, dan Domingis Duarte.

Kerja keras mereka baru membuahkan hasil pada menit ke-89, saat Enis Bardhi, berhasil memaksimalkan assist Jose Campana untuk dikonversi menjadi gol balasan. Namun gol itu hanya sekedar menjadi pelipur lara, sebab sampai peluit panjang berbunyi Granada tidak mampu menyamakan kedudukan. (Ant)

Lihat juga...