Bendung Koja di Bekasi Kembali Dipenuhi Sampah

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BEKASI – Memasuki penghujung tahun 2019, persoalan sampah terus menggerogoti Kota Bekasi, Jawa Barat. Musim penghujan ini, Bendung Koja di Kelurahan Jatiasih, di Kecamatan Jatiasih, kembali disesaki sampah bambu yang menyumbat aliran air Sungai Cikeas.

Tumpukan sampah bambu tersebut diketahui terjadi sejak Kamis (26/12/2019) lalu. Dengan kembalinya terpenuhi sampah setidaknya kejadian tersebut yang ke 13 kalinya selama tahun 2019.

Kali ini, pengangkat sampah bambu melibatkan TNI AD dari Kodim 0507/Bekasi ikut diturunkan guna membantu mengangkat material sampah bambu yang menyumbat saluran air tersebut agar tidak terjadi banjir di sekitar lingkungan bendung Koja.

“Kami menurunkan 1 SST (satuan setingkat pleton), untuk membantu mengangkat material sampah bambu yang menutupi bendung Koja,” ungkap Dandim 0507/ Bekasi, Kolonel Infantri, Rama Pratama, kepada Cendana News, Senin (30/12/2019).

Dandim 0507/Bekasi, Kolonel Inf. Rama Pratama, Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto, melihat langsung material sampah di bendung Koja, Jatiasih Kota Bekasi, Senin (30/12/2019) – Foto: Muhammad Amin

Dikatakan TNI sifatnya hanya membantu percepatan bersama tim lainnya seperti dari Pemkot Bekasi, serta melibatkan aparat kepolisian guna mengantisipasi terjadi banjir mengingat saat ini tengah memasuki musim hujan.

Sebelum melakukan pembersihan dan pengangkutan material sampah di bendung Koja dilakukan apel yang dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto. Dia meminta semua pihak segera melakukan pengangkatan

“Hari ini saya minta pengangkatan dilakukan sampai sore. Karena sifatnya mendesak tim mulai dari TNI, Kepolisian, Pemerintah Kota Bekasi dan masyarakan harus bisa membenahi permasalahan sampah tersebut,” tegasnya.

Diketahui kondisi sumbatan sampah tersebut, berpotensi menimbulkan banjir di beberapa perumahan yang berada di sepanjang aliran Sungai Cikeas.

Setidaknya ada empat perumahan, meliputi Vila Nusa Indah 3 dan Vila Mahkota Pesona di Kabupaten Bogor serta Perumahan Mandosi dan Puri Nusaphala di Kota Bekasi terancam banjir manakala hujan lebat terjadi di hulu Sungai Cikeas.

Kegiatan bersih-bersih yang diperkirakan memakan waktu 3-4 hari itu dilakukan setelah Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta laporan KP2C tentang situasi di Bendung Koja.

Ketua Komunitas Peduli Sungai Cileungsi-Cikeas (KP2C), Puarman, mengatakan penyebab tumpukan sampah berawal pada Kamis (26/12/2019) saat Tinggi Muka Air (TMA) sungai Cikeas meninggi dan menyentuh level 350 cm pada pukul 05.00 WIB. Meningginya air sungai telah membawa material kayu dan sampah bambu yang kembali menyumbat Bendung Koja.

Bendung Koja sendiri berada di perbatasan Desa Bojongkulur, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor dan Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi.

Menurutnya kejadian tersbebut terus berulang. Bahkan setahun terakhir 13 kali kejadian tumpukan sampah bambu terjadi di Bendung Koja. “Selama ini Tim Katak Orange DLH Kota Bekasi menjadi ujung tombak dalam gerakan bersih-bersih Bendung Koja manakala aliran air sungai mampet gara-gara sampah bambu,”tukasnya.

Dalam kegiatan bersih-bersih selama ini, beberapa kali DLH Kota Bekasi dibantu Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung-Cisadane, Perusahaan Jasa Tirta (PJT) 2, Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) Kota Bekasi, DLH Kabupaten Bogor, Kecamatan Jatiasih dan unsur masyarakat.

Lihat juga...