BNPB Imbau Antisipasi Bencana Saat Musim Hujan

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Kepala Pusat Data Informasi dan Humas, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Agus Wibowo, mengimbau semua kepala daerah untuk mengantisipasi menghadapi bencana musim hujan.

“BNPB sudah mengirimkan surat edaran antisipasi musim hujan ke-34 provinsi pada akhir Oktober lalu, guna mengantisipasi bencana di saat musim hujan. Dan surat edaran tersebut sudah dikirimkan kepada gubernur seluruh Indonesia,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Agus Wibowo di Hotel Millenium, Jakarta, Rabu (11/12/2019).

Agung menyebutkan dengan adanya surat edaran dari BNPB, diharapkan gubernur bersinergi dengan bupati dan walikota masing-masing daerah atas arahan dan pencegahan yang sudah disampaikan dalam edaran tersebut. Karena kata Agus sejumlah daerah di Sumatra saat ini sudah terkena bencana, seperti banjir, tanah longsor.

“Adanya sinergi antara gubenur dan bupati serta walikota dalam mengantisipasi bencana pada musim hujan, tentu akan meminimalkan korban dan kerusakan infrastruktur di daerah yang terkena bencana. Apalagi saat ini sejumlah daerah sudah mulai musim hujan, seperti Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat terus ke Riau, Jambi serta Sumatra Selatan,” paparnya.

Agus mengatakan dalam mengantisipasi musim hujan yang saat ini terjadi, ada beberapa risiko yang dihadapi. Pertama, angin puting peliung, risikonya pohon tumbang, bangunan rusak, orang tertimpa pohon, atau benda yang bisa ambruk, kendaraan tertimpa, korban jiwa, dan trauma psikis.

“Untuk itu BNPB mendorong partisipasi masyarakat untuk memotong cabang pohon yang rimbun agar tidak ambruk. Risiko selanjutnya adalah banjir, yang memilki banyak masalah. Misalnya, risiko korban jiwa, trauma, kerugian material, rumah terendam bisa hanyut, dan penyakit,” ungkapnya.

Risiko selanjutnya kata Agus adalah tanah longsor, bencana ini juga sering menghantui masyarakat. Karena beberapa daerah mengalami longsor, seperti di Solok Selatan, Sumatra Barat. Itulah bencana yang biasa sering terjadi di musim hujan dan pancaroba.

“Kita mengajak masyarakat rutin mengecek risiko bencana diaplikasi InaRisk. Aplikasi itu berguna buat mengetahui bahaya kebencanaan. Aplikasi ini menggunakan hasil kajian yang dibangun BNPB bersama kementerian maupun lembaga terkait, serta dukungan organisasi kebencanaan di Indonesia,” tutupnya.

Lihat juga...