BPBD Banjarnegara Siagakan Alat Berat Antisipasi Longsor

Editor: Koko Triarko

BANJARNEGARA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara menyiapkan belasan alat berat untuk penanganan longsor, yang bisa terjadi kapan pun.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Banjarnegara, Arif Rahman, mengatakan Kabupaten Banjarnegara termasuk wilayah yang rawan longsor, sehingga berbagai langkah antisipasi dilakukan sedini mungkin, termasuk menyiapkan alat berat.

“Ada belasan alat berat yang kita siapkan, mulai dari alat berat milik BPBD ada satu, dari Dinas Pekerjaan Umum (DPU) ada tiga serta dari pihak swasta yang siap dikerahkan sewaktu-waktu dibutuhkan,” terangnya, Jumat (20/12/2019).

Lebih lanjut Arif menjelaskan, dalam peristiwa longsor jalan nasional penghubung Kabupaten Banjarnegara dengan Kabupaten Wonosobo yang terjadi pada Selasa (17/12/2019), pihaknya juga langsung mengerahkan beberapa alat berat ke lokasi longsor. Alat berat tersebut sangat membantu dan mempercepat pembersihan jalan.

Longsor tersebut terjadi akibat hujan lebat dalam waktu yang cukup lama, dan menyebabkan tebing di Desa Prigi, Kecamatan Sigaluh, Kabupaten Banjarnegara, longsor. Material tebing yang cukup tinggi tersebut menutup jalan nasional.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Banjarnegara, Arif Rahman, di lokasi longsor Banjarnegara, Jumat (20/12/2019). -Foto: Hermiana E. Effendi

“Hari ini tinggal finishing pembersihan, karena material yang longsor cukup banyak, maka membutuhkan waktu beberapa hari, beruntung alat berat langsung kita turunkan, sehingga mempercepat proses pembersihan jalan dari material longsor,” jelasnya.

Kabupaten Banjarnegara termasuk wilayah rawan longsor. Tercatat sejak memasuki musim penghujan tahun ini, sudah 12 kali terjadi peristiwa longsor di Banjarnegara. Mulai dari longsor yang menimpa rumah warga hingga longsor jalan.

Dari pemetaan yang dilakukan BPBD Banjarnegara, dari 266 desa dan 12 kelurahan yang ada, sebanyak 199 desa dikategorikan rawan longsor.

Dengan jumlah desa rawan longsor yang cukup banyak tersebut, maka memasuki musim penghujan ini, dituntut kerja ektra keras dari Pemkab Banjarnegara untuk melakukan berbagai antisipasi.

Sementara itu, Bupati Banjarnegara, Budhi Sarwono, mengimbau kepada warga Banjarnegara untuk mewaspadai bencana longsor. Mengingat saat ini curah hujan mulai meningkat dan banyak wilayah di Banjarnegara yang mulai terjadi pergerakan tanah.

Jika hujan turun dalam  jangka waktu yang cukup lama, warga yang rumahnya berdekatan dengan tebing, diminta untuk segera mengungsi ke tempat yang lebih aman. “Lebih baik berjaga-jaga dan cepat menyelamatkan diri, karena longsor itu datangnya sangat cepat,” tuturnya.

Lihat juga...