Damandiri Transformasikan Program Tabur Puja Jadi Modal Kita

Editor: Makmun Hidayat

YOGYAKARTA — Yayasan Damandiri secara konsisten terus berupaya membantu pemerintah dalam upaya memerangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya di tingkat desa.

Melalui program Desa Cerdas Mandiri Lestari yang telah dikembangkan sejak 3 tahun terakhir, Yayasan Damandiri kembali meluncurkan program baru yang diberi nama Modal Kita.

Program Modal Kita ini merupakan kelanjutan sekaligus transformasi dari program pinjaman modal usaha yang telah dijalankan Yayasan Damandiri sebelumnya di seluruh Desa Cerdas Mandiri Lestari yakni program Tabur Puja (Tabungan Kredit Pundi Sejahtera).

“Mulai saat ini Tabur Puja akan bertransformasi menjadi Modal Kita. Secara umum program ini memiliki tujuan yang sama yakni membantu akses permodalan bagi warga desa khususnya warga miskin atau kurang mampu,” ujar Manager Umum Koperasi Sekunder KBSM (Koperasi Bangun Sejahtera Mandiri), selaku Holding Yayasan Damandiri di bidang Finance, Lasworo Suyono, di Balai Desa Tamanmartani Kalasan, Sleman, Kamis (28/21/2019).

Manager Umum Koperasi Sekunder KBSM (Koperasi Bangun Sejahtera Mandiri), selaku Holding Yayasan Damandiri di bidang Finance, Lasworo Suyono. -Foto: Jatmika H Kusmargana

Lasworo mengatakan jika Tabur Puja hanya memiliki satu jenis pinjaman dengan plafon maksimal Rp2juta per anggota, maka Modal Kita memiliki 2 jenis pinjaman. Yakni pinjaman Mikro dengan plafon maksimal hingga Rp5juta dan pinjaman Kecil dengan plafon maksimal sampai dengan Rp25juta.

“Peningkatan besaran plafon pinjaman ini dilakukan untuk merangsang masyarakat agar bisa mengembangkan usahanya. Sehingga usaha warga yang sebelumnya sudah mulai berjalan, akan bisa dikembangkan sehingga bisa lebih maju lagi,” katanya.

Saat ini sebanyak 13 Desa Cerdas Mandiri Lestari yang tersebar di sejumlah kota di seluruh Indonesia mulai menjalankan program Modal Kita dari Yayasan Damandiri ini. Proses diawali baik itu dari sosialisasi, pelatihan dan kolakarya hingga pelaksanaan di lapangan.

Lihat juga...