Desa Pelosok di Sumba Timur Butuh Pembangunan Jalan

Editor: Koko Triarko

“Harus dipikirkan bagaimana caranya agar bisa membangun jalan ke desa-desa, baik menggunakan dana dari pemerintah pusat atau kabupaten, maupun bisa menggunakan dana desa,” ungkapnya.

Dedy Holo, warga lain di Sumba Timur, mengatakan hampir semua jalan di kabupaten Sumba Timur kondisinya sangat mengenaskan, dan masih berupa jalan tanah berkapur.

Menurut Dedy, hanya jalan di daerah pantai selatan Sumba Timur yang kondisinya sudah lebih bagus, karena sebagian besar sudah diaspal atau di-hotmix, sehingga kendaraan bisa melewatinya.

“Makanya banyak orang dari luar Sumba kalau ke desa sering tidak mau, karena kondisi jalannya sangat memprihatinkan dan menantang. Di kiri kanan jalan terdapat jurang,” ungkapnya.

Menurut Dedy, topografi Sumba Timur yang merupakan perbukitan membuat pembangunan jalan melewati lereng-lereng bukit dan saat musim hujan, jalan tak bisa dilewati kendaraan.

Saat hujan, jalan akan licin, apalagi kondisi jalan menananjak dan menurun dan berada persis di tebing dan di sampingnya terdapat jurang yang dalam.

“Kalau dahulu nenek moyang orang Sumba hanya mengandalkan kuda sebagai transportasi untuk ke setiap wilayah maupun ke kota Waingapu, untuk menjual hasil pertanian. Perjalanannya pun butuh waktu berjam-jam,” terangnya.

Lihat juga...