Di 2020 Gianyar Kembali Merekrut Pendamping Posyandu

Ilustrasi - Kegiatan posyandu -Dok: CDN

GIANYAR – Pemkab Gianyar melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD), kembali akan merekrut tenaga pengawas berbasis masyarakat pendamping Posyandu di 2020.

Rekrutmen tersebut menjadi yang kedua kalinya. “Ada sekitar 75 pelamar yang mencoba adu keberuntungan untuk direkrut menjadi tenaga pengawas berbasis masyarakat, pendamping kegiatan posyandu untuk tahun 2020,” kata Kabid Keswadayaan dan Kelembagaan DPMD (Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa), Ni Wayan Sriyani, Sabtu (28/12/2019).

Dari 75 pelamar tersebut, ada 31 orang pelamar baru dan sisanya adalah tenaga pendamping lama yang mengikuti tes seleksi lagi. Persyaratan masih sama, para pelamar disyaratkan berlatar belakang pendidikan minimal lulusan SMK Kesehatan, D1, D2, D3 di bidang kesehatan dan S1 keperawatan. Batasan umur minimal 18 tahun hingga 40 tahun. Tes dipusatkan di Sekretariat Kantor TP.PKK Kab. Gianyar. “Bagi pelamar yang berasal dari tenaga pendamping 2019, hanya mengikuti beberapa tes saja,” tambah Ni Wayan Sriyani.

Pelamar diharuskan mengikuti tes wawancara mengenai wawasan tentang apa yang telah mereka kerjakan selama satu tahun menjadi tenaga pendamping posyandu di desa, pelaksanaan tujuh langkah posyandu, apa kendala yang mereka hadapi selama satu tahun bertugas, serta apa inovasi yang akan dilakukan di 2020 jika terpilih kembali menjadi tenaga pendamping posyandu.

Sedangkan untuk pelamar baru, diwajibkan mengikuti tes komputer, tes tulis dan tes wawancara, sepeti dinilai tentang komitmen, performance. Kemudian, wawasan tentang posyandu serta inovasi. Wayan Sriyani menyebut, proses rekruitmen yang dilakukan sama dengan kegiatan di tahun lalu.

DPMD bersurat ke masing-masing desa, agar mereka mengirim satu atau lebih tenaga untuk mengikuti tes sebagai tenaga pendamping posyandu. “Kali ini ada 75 orang pelamar yang kemudian nantinya akan terpilih 70 orang untuk menjadi tenaga menjadi tenaga pengawas berbasis masyarakat, pendamping kegiatan posyandu untuk tahun 2020,” tambah Sriyani.

Ketua PKK Gianyar, Surya Adnyani Mahayastra mengatakan, keberadaan tenaga pendamping posyandu sangat membantu kegiatan posyandu di masyarakat. Sehingga dipandang perlu untuk dilanjutkan lagi keberadaanya. Dengan adanya tenaga pendamping yang menguasai IT, semua proses kegiatan posyandu menjadi lebih cepat dilakukan. “Terutama beberapa waktu lalu dalam upaya penanganan masalah stunting di desa, mereka sangat sigap terutama membantu dalam pendataan, edukasi masyarakat, maupun penyampaian informasi,” jelas Surya Adnyani Mahyastra. (Ant)

Lihat juga...