Dinas Imbau Pelaku UMKM di Sumbar tak Kecewakan Pelanggan

Editor: Koko Triarko

PADANG – Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Provinsi Sumatra Barat, mengimbau kepada pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), agar melakukan upaya membangun ‘wajah’ yang positif terharap konsumen, terutama di era penjualan produk di era digital.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumatra Barat, Zirma Yusri, mengatakan, sejak adanya era digital ada sisi positif yang dirasakan oleh pelaku UMKM, seperti pemasaran atau penjualan produk yang bisa diakses dari berbagai daerah, bahkan secara dunia internasional.

Ia mencontohkan, adanya situs belanja online, dengan adanya pihak pengelola platform digital yang turut menyediakan tempat atau akses bagi pelaku UMKM untuk menjual produknya, telah memberikan kemundahan dan keuntungan yang positif.

Sebab, jika hanya mengharapkan penjualan dengan cara memiliki toko atau lapak, cukup terbatas untuk mengjangkau konsumen lebih banyak.

“Kita tentunya mendorong agar pelaku UMKM di Sumatra Barat ini melek dengan digitalisasi, biar pemasaran produk luas. Tapi hal yang perlu dicatat, jika ada pesanan yang datang dari situs belanja online, berikanlah produk yang sebaik mungkin atau minimal produk yang dikirim sesuai dengan foto yang dipajang,” katanya, Jumat (6/12/2019).

Zirma mengaku cukup sering melihat komentar konsumen dari berbagai situs belanja online yang memberikan respons tidak memuaskan, karena barang yang dikirim tidak sesuai yang dipajang. Ia berharap, pelaku UMKM di Sumatra Barat yang tidak melakukan hal demikian.

Menurutnya, jika pelaku UMKM menginginkan usahanya banyak pelanggan dan mendapatkan penilaian yang positif, jangan sekali-kali mengecewakan konsumen. Karena dalam persoalan ini, untung rugi bukannya untuk Diskop dan UKM Provinsi Sumatra Barat, tapi akan dialami oleh pelaku usaha yang terkait.

“Saya rasa tidak mungkin juga ada pelaku UMKM yang berpikiran seperti itu, karena setiap pelaku usaha tentu ingin usahanya maju. Tapi persoalan mengecewakan konsumen melalui situs belanja online itu, dari pelaku UMKM di Sumatra Barat sejauh yang saya pantau, tidak melakukan hal tersebut,” ucapnya.

Untuk itu, sebelum adanya pelaku UMKM dari Sumatra Barat melakukan tindakan yang demikian, perlu diingatkan jauh-jauh hari dalam bentuk imbauan. Apalagi, cukup banyak pelaku UMKM di Sumatra Barat yang memanfaatkan situs belanja online untuk menjual produknya.

“Era digital ini cukup banyak situs belanja online yang hadir untuk memberikan peluang pasar untuk UMKM. Tidak hanya situs belanja online, di media sosial pun saat ini cukup banyak dilakukan penjualan sejumlah produk. Bagi saya, sah-sah saja melakukan pemanfaatan media sosial untuk penjualan produk, selagi dilakukan transaksi yang jelas dan tidak menipu orang banyak,” tegasnya.

Terkait penggunanaan teknologi, Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumatra Barat juga telah melakukan beberapa kali pelatihan kepada pelaku UMKM. Dengan adanya pelatihan itu, supaya pelaku UMKM di Sumatra Bisa melek IT. Karena, tekonologi terus berkembang, dan hal itu sudah sepatutnya dimanfaatkan dengan baik oleh pelaku UMKM, untuk memperluas jangkuan penjualannya.

Lihat juga...