Dinkes Imbau IRT di Cianjur Rutin Tes VCT untuk Deteksi HIV

Relawan YPI dan para ODHA berkumpul dalam kegiatan Ngobras atau ngobrol santai, sambil makan siang di sanggar YPI, Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (4/12/2019) – Foto Ant

CIANJUR – Dinas Kesehatan Cianjur, Jawa Barat, mengimbau ibu rumah tangga rutin melakukan tes VCT, untuk mendeteksi HIV . Tercata, dari 168 Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) baru di sepanjang 2019, 40 persen diantaranya ibu rumah tangga.

“Penyumbang ODHA tahun ini paling banyak dari lelaki seks laki-laki dan ibu rumah tangga yang rentan tertular HIV/AIDS dari suami yang suka bergonta ganti pasangan di luar rumah,” kata Pengelola Program HIV/AIDS Dinkes Cianjur, Cicih Kurniasih, di Cianjur, Senin (23/12/2019).

Suami yang sudah terkena HIV, akibat seks bergonti-ganti pasangan, dengan mudah menularkan pada istrinya. Tidak sedikit yang kemudian menularkan ke anaknya ketika lahir. “Selama ini karena tidak memeriksakan diri sejak dini membuat kaum hawa dengan mudah tertular. Sehingga kami mengimbau ibu rumah tangga secara rutin memeriksakan diri dan melakukan tes VCT,” katanya.

Hal tersebut, untuk mendeteksi secara dini ketika tertular HIV/AIDS. Sehingga dapat dilakukan pencegahan agar ketika hamil dan melahirkan, anaknya tidak mengidap HIV. “Baiknya lagi kalau suami sadar untuk turut tes VCT dan terbuka dengan istri kalau memang terkena HIV/AID. Pada momentum hari ibu kali ini, kami ingin meningkatkan perlindungan kaum ibu dari penularan HIV/AIDS,” tandasnya.

Sekretaris Komisi Perlindungan AIDS (KPA) Cianjur, Hilman menilai, risiko penularan HIV/AIDS pada pasangan suami istri dapat diminimalisir di 2020. Caranya, setiap calon pengantin diwajibkan melakukan tes VCT sebelum menikah. “Seiring terbitnya peraturan bupati yang tertuang dalam perda nomor 02 tahun 2016 tentang Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS di Cianjur. Klausul yang ditambahkan mengharuskan calon pengantin melakukan tes HIV sebelum menikah,” katanya.

Keluarnya perda tersebut, atas dorongan KPA Cianjur, yang disambut baik Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman, yang langsung dituangkan dalam bentuk perda. “Tes HIV bagi calon pengantin sebagai bagian dari upaya pencegahan penyebaran HIV/AIDS, karena risiko penularan virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh itu, sangat mungkin terjadi di lingkungan rumah tangga,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...