Dinkes: Sanitasi Layak di Banyumas Baru di Angka 90,06 Persen

Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo

PURWOKERTO — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banyumas terus menggencarkan advokasi kesehatan dan percepatan pencapaian universal akses 100 – 0 – 100 di tingkat kabupaten hingga kecamatan untuk memenuhi target Kabupaten Banyumas bebas Open Defecation Free (ODF) pada 2020.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyumas, Sadiyanto di kantornya, Jumat (27/12/2019) menjelaskan tentang Banyumas bebas ODF. Foto : Hermiana E.Effendi

Kepala Dinkes Kabupaten Banyumas, Sadiyanto mengatakan, program 100-0-100 adalah program 100 persen pemenuhan air minum, 0 persen pemukiman kumuh dan 100 persen pemenuhan sanitasi layak pada tahun 2019.

“Hingga akhir bulan 2019 ini, sanitasi layak di wilayah Banyumas baru tercapai sekitar 90,06 persen,” Sadiyanto, Jumat (27/12/2019).

Untuk mewujudkan 100 persen, pihaknya pada awal tahun 2020, akan gencarkan berbagai program, termasuk di antaranya advokasi.

Selain advokasi, Sadiyanto juga mengimbau agar desa menyisihkan sebagian Dana Desa (DD) untuk program jambanisasi. Kemudian pembentukan Forum Banyumas Sehat dan tim pembina Kabupaten Sehat menuju penilaian/swasti saba Kabupaten Sehat tahun 2021.

Dari data Dinas Kesehatan Banyumas, saat ini akses jamban sehat di masyarakat sudah mencapai 90,2 persen dan dari 27 kecamatan di Banyumas, sembilan di antaranya sudah dinyatakan ODF, dengan jumlah desa ODFsaat ini berjumlah 218 desa.

Saat ini juga ada satu kecamatan yang termasuk kategori Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) yang merupakan pendekatan untuk merubah perilaku higiene dan sanitasi melalui pemberdayaan masyarakat.

Lebih lanjut Sadiyanto memaparkan, pihaknya juga tengah mengusulkan bantuan ke gubernur berupa paket material jamban sebanyak 800 paket. Masing-masing paket material jamban senilai Rp 1.500.000. Disamping itu juga ada usulan Dana Alokasi Khusus (DAK) melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Dinperkim) Banyumas.

“Untuk gongnya, kita sudah mengusulkan verifikasi sebagai kabupaten ODF ke Provinsi Jawa Tengah pada minggu ke IV bulan Februari 2020. Semoga setelah itu, Banyumas bisa menjadi kabupaten bebas ODF,” jelas Sadiyanto.

Kadinkes menegaskan, pihaknya terus merapatkan kembali komitmen Pemkab Banyumas untuk bebas ODF tahun 2020, bahkan berupaya meningkatkan desa dan kecamatan STBM. Untuk pemenuhan anggaran juga diupayakan dari berbagai sumber, mulai dari Pemerintah Kabupaten, Provinsi hingga anggaran pusat dari Kemenkes, PUPR dan lain-lain.

Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Banyumas, Agus Nugroho menambahkan, untuk kecamatan yang sudah bebas ODF antara lain, Kecamatan Somagede, Sumpiuh, Wangon, Lumbir, Gumelar, Jatilawang dan Cilongok. Sedangkan satu kecamatan STBM yaitu Kecamatan Tambak.

Lihat juga...