Disdik Supiori Siapkan SPM Pendidikan Dasar

Ilustrasi siswa Sekolah Dasar - Foto CDN

BIAK – Dinas Pendidikan Kabupaten Supiori, Papua, sedang menyiapkan Standar Pelayanan Minimal (SPM) pendidikan dasar. Hal itu dalam upaya menjamin tercapainya pelayanan mutu pendidikan, yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah.

“Setiap laporan kepala sekolah terhadap penyelenggaraan pendidikan di sekolah akan dicek ke lapangan melaluI tim terpadu Disdik Supiori,” kata Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Supiori, Rafles Ngilamele M.Si, Sabtu (14/12/2019).

Rafles mengatakan, penyusunan SPM pendidikan, dilakukan berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No.15/2010. Hal itu untuk tolok ukur kinerja pelayanan di bidang pendidikan dasar. Tujuan lain penetapan SPM pendidikan, sebagai acuan dalam perencanaan program dan penganggaran, serta pencapaian target pendidikan di masing-masing daerah. Penyelenggaraan pelayanan pendidikan dasar merupakan kewenangan kabupaten mencakup, pelayanan pendidikan dasar oleh kabupaten dan kota serta pelayanan pendidikan dasar oleh satuan pendidikan.

Rafles menyebut, setiap SD atau MI, menyediakan buku teks yang sudah ditetapkan kelayakannya oleh pemerintah. Mencakup mata pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, dan IPS, dengan perbandingan satu set untuk setiap peserta didik. Setiap SMP dan MTs, dapat menyediakan buku teks yang sudah ditetapkan kelayakannya oleh pemerintah, mencakup semua mata pelajaran dengan perbandingan satu set untuk setiap peserta didik.

“Setiap SD atau MI, menyediakan satu set peraga IPA dan bahan yang terdiri dari model kerangka manusia, model tubuh manusia, bola dunia (globe), contoh peralatan optik, kit IPA untuk eksperimen dasar, dan poster atau carta IPA,” jelasnya.

Ketentuan lain SPM sekolah dasar adalah, setiap SD atau MI memiliki 100 judul buku pengayaan dan 10 buku referensi. Sementara setiap SMP atau MTs, memiliki 200 judul buku pengayaan dan 20 buku referensi. Setiap guru tetap bekerja 37,5 jam per minggu di satuan pendidikan, termasuk dalam merencanakan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, membimbing atau melatih peserta didik, dan melaksanakan tugas tambahan.

Satuan pendidikan menyelenggarakan proses pembelajaran selama 34 minggu per tahun, dengan kegiatan tatap muka untuk Kelas I–II selama 18 jam per minggu, Kelas III selama 24 jam per minggu serta Kelas IV – VI 27 jam per minggu. Kelas VII – IX dengan 27 jam per minggu.

Sementara untuk guru yang mengajar, harus menerapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang disusun berdasarkan silabus untuk setiap mata pelajaran yang diampu. Sedangkan untuk Kepala sekolah, harus melakukan supervisi kelas, dan memberikan umpan balik kepada guru dua kali dalam setiap semester.

Kepala sekolah atau madrasah, wajib menyampaikan laporan hasil ulangan akhir semester dan Ulangan Kenaikan Kelas (UKK) serta ujian akhir (US/UN) kepada orang tua peserta didik, dan menyampaikan rekapitulasinya kepada Dinas Pendidikan. “Setiap satuan pendidikan juga dapat menerapkan prinsip-prinsip manajemen berbasis sekolah,” harapnya.

Penyusunan SPM pendidikan di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Supiori ditargetkan dapat tuntas pada tahun pelajaran 2020/2021. (Ant)

Lihat juga...