hut

Distanikan Bekasi Dorong Budidaya Beras Hitam

Editor: Makmun Hidayat

BEKASI — Dinas Pertanian dan Perikanan (Distanikan) Kota Bekasi, Jawa Barat, mendorong pengembangan budidaya varietas beras hitam di wilayah Kelurahan Jakasampurna, Bekasi Barat.

“Kita baru uji coba di Jakasampurna, wilayah Bekasi Barat, di atas areal seluas 8000 meter persegi. Hasilnya lumayan dan pasarannya cukup bagus di Bekasi,” kata Dwi Ernaningsih, PPL Bekasi Barat dan Rawalumbu, Distanikan, Kota Bekasi, kepada Cendana News, Senin (2/12/2019).

Dwi Ernaningsih, Ketua PPL Bekasi Barat dan Rawalumbu, Distanikan Kota Bekasi, saat ditemui Cendana News, Senin (2/12/2019). -Foto: M. Amin

Dikatakan banyak keunggulan dan manfaat yang terkandung dalam beras hitam. Antaranya tinggi kandungan antioksidan, protein, kaya vitamin dan mineral serta baik untuk detok hati.

Menurutnya dalam budidaya jenis beras hitam sama dengan beras biasa. Bahkan dari masa tanam hingga waktu panen sama 110 hari dan memberi hasil cukup maksimal sama dengan budidaya beras biasa.

“Beda budidaya beras hitam dengan beras putih biasa, paling di harga bibit. Karena beras biasa bibitnya perkilo hanya Rp5000 sementara beras hitam bibit perkilonya mencapai Rp25 ribu,”tandasnya .

Adapun perawatan biayanya sama dari pemupukan dan lainnya. Namun demikian diakuinya hasil dari uji coba yang telah dilaksanakan PPL Bekasi Barat di areal 8000 meter persegi mampu menghasilkan panen 1,5 ton padi hitam dan setelah jadi beras keluarnya mencapai 8 kwintal.

“Mungkin itu beda hasilnya tapi ini masih uji coba dibanding beras putih biasa diareal yang sama setelah digiling bedanya bisa 4 kwintal. Padi biasa bisa keluar 1,5 ton padi setelah digiling jadi beras bisa keluar 1,2 ton, kendalanya ada di penyerbukan masih belum maksimal,” ujarnya menjelaskan.

PPL imbuhnya juga membantu pemasaran, karena peminat beras hitam saat ini hanya kalangan tertentu. Sehingga hal tersebut membuat petani ragu melakukan budidaya beras hitam.

“Bagi mereka yang sadar kesehatan tentu mau konsumsi beras hitam, karena sangat membantu bagi penderita diabet, atau pun diet. Tapi harganya memang lebih tinggi,” ujar Erna.

Dalam rangka promosi, PPL Bekasi Barat juga ikut memasarkan beras hitam dengan harga Rp25 ribu per kilo. Harga tersebut imbuhnya jauh lebih rendah dibanding harga di pasaran yang mencapai Rp30-35 ribu/kilo.

Dia mengakui setelah melihat hasil budidaya jenis beras hitam di Bekasi Barat banyak yang berminat. Tapi sulit dibenih karena benih beras hitam dibeli langsung dari Balai benih. Seperti di toko benih beras hitam belum ada.

“Beli di Balai Benih juga harus indent. Karena banyaknya permintaan tetapi barangnya juga minim,” tukasnya.

Beras hitam yang dikembangkan di wilayah Bekasi Barat merupakan hasil karya Balai Benih dalam hal pemulia atau perkawinan silang menggunakan varitas benih lokal.

PPL Bekasi Barat terus mencari pemasaran agar petani mau menanam. Hanya itu cara agar petani mau terus menanam beras hitam jika peluang pasarnya menjanjikan.

“Sampai saat ini pasaran di Bekasi cukup bagus bahkan sudah ada yang minta kontrak seminggu berapa kilo tentu terkendala karena budidaya masih minim,” pungkas Erna.

Lihat juga...