DKP3A: Satu dari 17 Anak di Kaltim Mengalami Kekerasan Seksual

Kepala Dinas Kependudukan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Kaltim Halda Arsyad (ANT/Ist)

SAMARINDA — Satu dari 17 anak di Provinsi Kalimantan Timur pernah mengalami kekerasan seksual, dan satu dari tiga anak pernah mengalami kekerasan fisik.

Kepala Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Provinsi Kaltim Halda Arsyad mengatakan kondisi yang dialami anak tersebut juga terjadi secara nasional, sehingga perlu perhatian dan upaya serius untuk mengatasi dan terpenuhinya hak-hak anak hidup secara wajar.

Berdasarkan data Nasional Pengalaman Hidup Anak dan Remaja (SNPHAR) oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) dan UNICEF tahun 2018, menunjukkan 1 dari 2 anak laki-laki berusia 13-17 tahun pernah mengalami kekerasan emosional, katanya di Samarinda, Sabtu (28/12/2019).

Sedangkan untuk anak perempuan yang juga berusia 13-17 tahun, 3 dari 5 anak pernah mengalami kekerasan emosional, 1 dari 5 anak pernah mengalami kekerasan fisik, dan 1 dari 11 anak perempuan mengalami kekerasan seksual.

Didampingi Kabid PPPA Noer Adenany, Halda melanjutkan bahwa kondisi ini diperparah dengan 76-88 persen anak-anak dan remaja belum mengetahui adanya layanan untuk mengantisipasi kekerasan.

Lihat juga...