hut

DPRD Surabaya Persoalkan Pengelolaan Parkir Pasar Tunjungan

SURABAYA  – Komisi B Bidang Perekonomian DPRD Kota Surabaya, Jatim, mempersoalkan besarnya pendapatan pengelolaan parkir di halaman gedung Pasar Tunjungan yang kondisinya tidak terawat, namun tidak ada kontribusi atau timbal balik untuk pasar tersebut.

“Saya heran keuntungan parkir di Pasar Tunjungan diperkirakan mencapai Rp50 juta per bulan. Tapi pada saat rapat dengar pendapat di Komisi B beberapa hari lalu, PD Pasar selaku pengelola pasar tidak mengetahuinya. Ini kan aneh,” kata Sekretaris Komisi B DPRD Surabaya, Mahfudz, di Surabaya, Selasa.

Menurut dia, pihak PD Pasar selaku pengelola dalam hal ini tidak transparan soal pendapatan parkir di Pasar Tunjungan. “Ini baru Pasar Tunjungan saja, belum pasar-pasar lainnya,” ujar Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.

Ia mengaku prihatin lahan parkir di Pasar Tunjungan selalu ramai kendaraan motor roda dua, namun disisi lain pasarnya sepi pembeli. Tentunya, lanjut dia, mereka yang parkir di pasar tersebut merupakan pengunjung dari pusat perbelanjaan lain yang ada di sekitar pasar.

“Ini sama artinya Pasar Tunjungan hanya sebagai tempat parkir. Tidak ada kontribusi nyata parkir buat pasar. Apalagi pasar dalam kondisi rusak. Begitu juga rencana revitalisasi pasar yang digembar-gemborkan pemkot sampai saat ini tidak ada realisasinya,” katanya.

Selain itu, lanjut dia, pihaknya juga mempertanyakan laporan keuangan khususnya di Pasar Tunjungan dimana pada Januari 2019 defisit sebesar Rp3.205.351, sedangkan pada Oktober 2019 penerimaan mencapai Rp4.688.393.

“Saat itu saya tanya ini kenaikannya dari mana saja, tapi pihak PD Pasar tidak menjelaskan dengan jelas,” katanya.

Untuk itu, kata dia, pihaknya meminta pihak PD Surya lebih transparan khususnya tata kelola Pasar Tunjungan, khususnya dalam hal parkir agar masyarakat bisa merasa aman dan nyaman saat parkir di areal Pasar Tunjungan.

Direktur Pembinaan Pedagang PD Pasar, Surya M Taufiqurrahman, sebelumnya mengatakan terkait parkir dulunya merupakan investasi yang tidak berjangka waktu. Namun kemudian ada perubahan dengan sistem jangka waktu, lahan parkir tersebut menjadi sewa kontrak.

Pendapatan Pasar Tunjungan didapat dari iklan dan parkir selain retribusi. Untuk perbaikan, PD Pasar mengaku masih melihat pendapatan keuangan pasar tersebut. (Ant)

Lihat juga...