Dua Terpidana Mati di Rejang Lebong Lakukan Upaya Hukum

Kajari Rejang Lebong Conny Tonggo Masdelima – Foto Ant

REJANG LEBONG – Dua terpidana mati di Rejang Lebong, Bengkulu mengajukan upaya hukum yang lebih tinggi. Keduanya adalah terpidana dalam dua kasus yang berbeda.

Kajari Rejang Lebong, Conny Tonggo Masdelima mengatakan, dua terpidana mati tersebut yang pertama atas nama Zainal alias Bos dan yang kedua bernama Jamhari Muslim alias Ari. “Untuk Zainal alias Bos keputusan dari Mahkamah Agung sudah turun dan menguatkan putusan Pengadilan Tinggi Bengkulu,” kata Masdelima didampingi Kasi Pidana Umum (Pidum) Eriyanto, Minggu (8/12/2019).

Eriyanto menambahkan, pihaknya sudah melakukan wawancara dengan terpidana mati Zainal alias Bos. Melalui kuasa hukumnya atau keluarga, mereka akan mengajukan upaya hukum luar biasa berupa meminta pengampunan kepada Presiden atau grasi.

Kejari sudah membuat laporan secara berjenjang melalui Kejati Bengkulu, guna diteruskan ke Kejaksaan Agung. Selanjutnya, masih menunggu keputusan terkait dengan upaya yang akan dilakukan oleh terpidana mati tersebut.

Selain menunggu grasi untuk terpidana mati atas nama Zainal alias Bos, otak pelaku kasus pembunuhan dan pemerkosaan Yuyun, anak SMP di Kecamatan Padang Ulak Tanding pada tahun 2016. Kejari Rejang Lebong juga melakukan upaya kasasi atas putusan mati yang dijatuhkan kepada terpidana atas nama Jamhari alias Ari. Terpidana pembunuhan satu keluarga pada 12 Januari 2019.

“Untuk terpidana mati terbaru atas nama Jamhari, pihak pengacaranya dua minggu yang lalu telah mengajukan upaya hukum kasasi dan kami sudah menyiapkan memori kontranya, mereka meminta keringanan agar tidak dijatuhi hukuman mati,” jelasnya.

Sejauh ini, perkara yang masuk ke Kejari Rejang Lebong terhitung Januari sampai akhir November lalu masih didominasi oleh perkara penganiayaan, pembunuhan, pencurian dan kekerasan. (Ant)

Lihat juga...