Durian Mentega Jadi Pilihan Oleh-oleh Saat Libur Nataru

Editor: Makmun Hidayat

LAMPUNG — Musim panen durian bertepatan dengan masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2019/2020 jadi berkah bagi warga Lampung Selatan (Lamsel).

Sobri, petani di Desa Gayam Kecamatan Penengahan memilih menjadi pedagang musiman saat libur Nataru. Sebab panen buah durian dari Gunung Rajabasa bisa dijual kepada pengendara yang melintas di jalan lintas Sumatera (Jalinsum).

Jenis durian mentega (Durio sp) menjadi salah satu varian hasil panen milik warga. Memiliki buah yang tebal dan ukuran besar membuat durian mentega kerap disukai. Meski harga lebih mahal ia menyebut durian mentega dijual bersama dengan durian keong,ketan dan durian petruk. Berbagai jenis durian tersebut dijual dengan cara digantung pada palang kayu,sebagian diikat dengan daun aren.

Sobri (kiri) penjual buah durian di tepi jalan lintas Sumatera, Desa Gayam Kecamatan Penengahan, menunggu pembeli yang akan pulang liburan asal Sumatera tujuan Pulau Jawa, Minggu (29/12/2019). -Foto: Henk Widi

Menurut Sobri, durian yang dijual  merupakan hasil kebun para petani di wilayah tersebut. Ia melakukan pembelian dari hasil durian jatuhan sehingga memiliki rasa yang lebih manis. Setiap pekebun yang mendapatkan buah durian akan dibeli olehnya dengan sistem satuan atau gandengan. Perbuah durian dibeli dari petani Rp25.000 dan pergandeng Rp50.000.

“Awalnya saya membeli dengan sistem lelang atau tebas namun karena modal terbatas buah durian dari petani dibeli dengan sistem perbuah atau gandengan selanjutnya dijual kepada pengendara yang akan pulang ke Jawa sebagai oleh oleh,” terang Sobri saat ditemui Cendana News di tepi Jalinsum Desa Gayam, Minggu (29/12/2019).

Buah durian yang kerap dijadikan oleh oleh akan dijual kepada pengendara dengan harga bervariasi. Jenis buah durian mentega yang paling banyak diminati dijual dengn harga Rp100.000 pergandeng. Sesuai dengan ukuran ia juga menjual buah durian jenis lain dengan harga Rp60.000 pergandeng. Mempermudah pembeli buah durian yang sudah dibeli ia menyebut menyediakan tali rafia, daun aren.

Sejak berjualan sepekan silam, Sobri menyebut telah menjual sekitar 250 gandeng atau 500 buah durian. Hasil panen durian yang belum merata menurutnya memberi keuntungan baginya. Sebab setiap hari ia mendapat pasokan dari petani sejumlah buah durian yang matang. Musim buah durian menurutnya masih akan berlangsung hingga bulan Februari mendatang.

“Musim buah durian masih akan berlangsung hingga awal tahun jadi saat libur Nataru pemudik bisa membeli durian sebelum menyeberang ke Jawa,” paparnya.

Durian mentega salah satu hasil panen di kaki Gunung Rajabasa Lampung Selatan yang dijadikan oleh-oleh saat libur Nataru 2019-2020, Minggu (29/12/2019). -Foto: Henk Widi

Kualitas buah durian saat musim panen akhir Desember menurutnya cukup bagus. Sebab masa pembungaan durian berlangsung pada musim kemarau mendukung proses terjadinya buah. Daging buah yang tebal serta rasa yang manis membuat durian mentega memiliki kualitas yang baik. Rasa buah durian saat musim kemarau dominan manis menjadikan buah durian jadi favorit oleh oleh.

Fitoni, salah satu pengendara menyebut membeli buah durian sebagai oleh oleh. Ia membeli sebanyak 5 gandeng atau 10 butir buah durian dengan berbagai ukuran. Membeli dengan sistem borongan membuat ia mendapat harga Rp50.000 pergandeng. Fitoni menyebut sengaja membeli durian untuk dijadikan oleh oleh kerabatnya yang akan kembali ke pulau Jawa.

“Sebagian durian hasil panen dari kebun tapi karena kurang saya membeli lagi untuk dibawa kerabat ke Jakarta,” bebernya.

Fitoni yang akan berlibur ke Jakarta menyebut buah durian merupakan oleh oleh saat libur.  Sebelumnya saat Idul Fitri ia membawa oleh oleh makanan tradisional berupa keripik pisang, keripik singkong. Memasuki akhir tahun oleh oleh yang dibawakan bagi keluarga diantaranya buah petai dan durian. Sejumlah hasil panen jenis buah alpukat,jengkol dan pisang bahkan kerap dibawakan kepada keluarganya.

Lihat juga...