Fed Beri Sinyal Tidak Ada Perubahan Suku Bunga Sampai 2020

Ilustrasi - Foto Istimewa

WASHINGTON – Federal Reserve (Fed)AS pada Rabu (11/12/2019), membiarkan suku bunga acuannya tidak berubah. Hal itu dilakukan, setelah kebijakan memotong suku bunga di masing-masing tiga pertemuan terakhir, ketika para pejabat menilai dampak dari penurunan suku bunga pada ekonomi Amerika Serikat.

Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), komite pembuat kebijakan The Fed, memutuskan untuk mempertahankan kisaran target untuk suku bunga dana federal pada 1,5 persen hingga 1,75 persen. Hal itu dilakukan, setelah menyimpulkan pertemuan kebijakan dua hari, sesuai dengan perkiraan pasar. “Informasi yang diterima sejak Komite Pasar Terbuka Federal bertemu pada Oktober menunjukkan, pasar tenaga kerja tetap kuat dan bahwa kegiatan ekonomi telah meningkat pada tingkat yang moderat,” kata The Fed dalam sebuah pernyataan.

Lebih lanjut dikatakan, pengeluaran rumah tangga telah meningkat, dengan kecepatan yang kuat. Sementara bisnis investasi tetap dan ekspor masih lemah. “Komite akan terus memantau implikasi informasi yang masuk untuk prospek ekonomi, termasuk perkembangan global dan tekanan inflasi yang diredam, sehingga pihaknya menilai jalur kisaran target untuk suku bunga dana federal telah sesuai,” kata pernyataan itu lebih lanjut.

Ekonomi AS tumbuh pada tingkat tahunan 2,1 persen, pada kuartal ketiga tahun ini. Kondisinya, sedikit naik dari tingkat pertumbuhan 2,0 persen pada kuartal kedua. Tetapi menurut Departemen Perdagangan AS, melambat tajam dari 3,1 persen pada kuartal pertama.

The Fed telah menurunkan suku bunga tiga kali sejak Juli, di tengah meningkatnya risiko dan ketidakpastian ekonomi. Ketidakpastian yang berasal dari ketegangan perdagangan, kelemahan dalam pertumbuhan global dan tekanan inflasi yang diredam. “Prospek ekonomi kami tetap baik meskipun ada perkembangan global dan risiko yang berkelanjutan,” kata Ketua Fed, Jerome Powell, pada konferensi pers Rabu (11/12/2019). “Dengan keputusan kami sepanjang tahun lalu, kami percaya bahwa kebijakan moneter diposisikan dengan baik untuk melayani rakyat Amerika,” tambag Powell.

Menurutnya, sikap kebijakan moneter saat ini kemungkinan akan tetap sesuai, selama ekonomi AS tetap di jalurnya. Perkiraan median untuk suku bunga dana federal adalah 1,6 persen pada akhir 2020, menunjukkan tidak ada penurunan suku bunga atau kenaikan pada 2020. “The Fed sekarang cukup dovish & kemungkinan memberikan perubahan target inflasi pada 2020, ini menjadi pertanda baik untuk aset-aset berisiko,” tandasnya.

Joseph Brusuelas, Kepala Ekonom RSM US LLP, sebuah perusahaan audit, pajak dan konsultasi, Rabu (11/12/2019) sore mencuit, The Fed sangat menyiratkan tidak ada kenaikan suku bunga pada 2020. “Ambang batas untuk kenaikan suku bunga masih jauh lebih tinggi dari ambang batas untuk penurunan suku bunga. Powell menggarisbawahi bahwa dia masih melihat kelonggaran dalam perekonomian,” tandasnya.

Diane Swonk, Kepala Ekonom Grant Thornton, sebuah perusahaan akuntansi besar, menyebut, dia masih mengharapkan pada setidaknya satu pemotongan suku bunga di tahun depan. Namun, mayoritas dari 31 ekonom yang baru-baru ini disurvei oleh Bloomberg berharap, pejabat The Fed tidak akan membiarkan pemilihan presiden 2020 untuk mempengaruhi keputusan kebijakan moneter mereka. Dan The Fed akan mempertahankan suku bunga untuk dua tahun ke depan. (Ant)

Lihat juga...