Festival Tahu Kalikabong Diharapkan Jadi Kegiatan Rutin di Purbalingga

Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo

PURBALINGGA — Kelezatan berbagai aneka makanan olahan tahu yang ditampilkan dalam Festival Tahu Kalikabong di Kelurahan Kalikabong, Kecamatan Kalimanah, Kabupaten Purbalingga dinilai dapat menjadi salah satu daya tarik yang dapat dijual kepada wisatawan.

Camat Kalimanah, Bambang Triyono di lokasi Festival Tahu Kalilabong, Minggu (15/12/2019), mendorong acara tersebut dijadikan agenda wisata desa. FOTO : Hermiana E.Effendi

Camat Kalimanah, Bambang Triyono mengharapkan, kegiatan yang digagas oleh karang taruna setempat bisa bisa berjalan beriringan dengan promosi wisata. Menjadi event wisata rutin yang mampu meningkatkan kunjungan wisatawan.

“Dibutuhkan inovasi acara yang lebih komplit dengan kemasan lebih menarik,” kata Bambang Triyono di sela-sela acara Festival Tahu Kalikabong, Minggu (15/12/2019).

Bambang menjelaskan, pada awalnya tahu produksi Kalikabong masih belum banyak dikenal. Para penjual juga belum berani untuk berekspansi keluar dari desa.

“Namun, seiring berjalannya waktu, karena mampu mempertahankan kualitas dan rasa, tahu Kalikabong mulai disukai pasar,” sebutnya.

Dalam tiga tahun terakhir, lanjutnya, para pemuda serta penduduk desa bergotong-royong untuk mempromosikan tahu dengan menggelar Festival Tahu Kalikabong. Meskipun masih sangat sederhana, namun sudah mampu mendongkrak penjualan tahu.

“Jika ditambahkan dengan pertunjukan seni ataupun atraksi kesenian lokal dan sebagainya, tentu festival ini akan menjadi ajang wisata yang menarik,” tutur Bambang.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dinkop UKM) Kabupaten Purbalingga, Budi Susetyono mengatakan, banyak sekali makanan hasil olahan tahu yang dapatdisajikan. Mulai dari tahu goreng, sate tahu dengan bumbu sambal kecap, perkedel tahu hingga mochi dari tahu.

“Ini merupakan upaya untuk mengoptimalkan bahan olahan tahu dan tentu saja akan berdampak pada meningkatnya perekonomian warga desa. Setelah diolah menjadi aneka jenis makanan, nilai ekonomis tahu akan naik,” terangnya.

Menanggapi wacana menjadikan agenda wisata rutin, Budi menyatakan, pihaknya mempunyai gagasan untuk membuat Kampung Edukasi Tahu. Dimana pengunjung bisa melihat proses pengolahan dan sekaligus bisa ikut membuat tahu.

“Tentu akan menjadi wisata yang sangat menarik, karena tahu merupakan makanan tradisional yang sangat digemari seluruh kalangan, namun untuk proses pembuatannya, tidak semua orang mengetahui,” paparnya.

Dinkop UKM Purbalingga siap memfasilitasi kebutuhan para pembuat tahu untuk pengembangan, berbagai varian, maupun kemasannya, agar lebih menarik. Para produsen juga akan dibina untuk bisa mengelola lebih baik dan memiliki nilai jual tinggi.

Lihat juga...