Film ‘Keluarga Cemara’ Bius Penonton di Pyongyang

JAKARTA – Film ‘Keluarga Cemara’ sukses menarik perhatian puluhan warga asing (expats) yang tinggal dan bekerja di Korea Utara. Pihak panitia bahkan harus menambah kursi, karena jumlah penonton yang membludak.

Film ‘Keluarga Cemara’ yang ditayangkan oleh KBRI Pyongyang di bioskop milik Kedubes Polandia di Pyongyang, Korea Utara, sukses membius para penonton dari berbagai negara di dunia. Mereka mengaku menyukai film Indonesia tersebut, karena memiliki nilai universal tentang perjuangan dan pentingnya sebuah keluarga.

Duta Besar RI untuk Korea Utara, Berlian Napitupulu, mengatakan, mereka para penonton ternyata menyukai film itu karena menampilkan pentingnya sebuah keluarga, peran keteladanan orang, tentang perjuangan anggota keluarga menghadapi lingkungan baru dan kekompakan keluarga dalam menghadapi krisis ekonomi yang mereka hadapi.

“Budaya Indonesia yang ditampilkan dalam film Keluarga Cemara ini juga berlaku untuk negara-negara lain. Itulah sebabnya, kami tampilkan film ini,” demikian tutur Dubes Berlian Napitupulu, sebagaimana rilis yang diteirma Cendana News, Minggu (15/12/2019).

Sebelumnya, KBRI Pyongyang melakukan beberakali nonton bareng bersama di Wisma Duta Besar Indonesia untuk menyeleksi film yang laik tayang untuk masyarakat asing dari berbagai negara yang ada di Pyongyang.

Pilihan jatuh kepada ‘Keluarga Cemara’, yang merupakan kisah drama keluarga untuk seluruh umur dan lekat dengan nilai-nilai kekeluargaan serta nilai-nilai gotong royong, tidak hanya antara anggota keluarga, tetapi juga keluarga besar dan tetangga.

”Meski Keluarga Cemara mencerminkan budaya Indonesia, banyak testimoni positif yang disampaikan penonton asing. Film Keluarga Cemara membuat mereka terharu akan kisah perjuangan sebuah keluarga yang tetap bersatu di tengah kesulitan yang menerpa,” kata Dubes.

Menurutnya, salah satu penonton dari Rusia mengaku menitikkan air mata saat menyaksikan kisah Keluarga Cemara, khususnya terhadap sang ayah yang bekerja keras dan tegar serta penuh tanggung jawab untuk menghidupi keluarga dan mendidik anak-anaknya.

Seorang penonton lain dari Inggris juga mengatakan, bahwa film ini sangat bagus. Emosi penonton dibawa naik dan turun. Dia tertawa di satu adegan, kemudian menangis di adegan berikutnya. Film ini sukses membuat dia berkali-kali mengusap air mata.

“Melalui film ini, saya dapat melihat kehidupan segelintir keluarga dan masyarakat di Indonesia yang berbeda dengan negaranya. Namun, ada nilai-nilai universal dalam berkehidupan yang dapat dipetik dari cerita ini,” katanya.

Acara Indonesian Movie Night yang digelar pada Kamis (12/12/2019) itu, juga dimanfaatkan untuk mempromosikan kuliner Indonesia. KBRI Pyongyang menyajikan kuliner khas Indonesia, yaitu sate ayam, nasi goreng, makanan ringan dan minuman kopi instan produk Indonesia, sebelum acara pemutaran film.

”Kita menggunakan seluruh kegiatan sebagai sarana promosi. Untuk itu, pada penayangan film kali ini kita promosikan makanan Indonesia yang mendapat sambutan begitu baik dari para penonton. Kita harapkan, acara ini sekaligus dapat mempromosikan film dan kuliner Indonesia,” kata Dubes Berlian.

Sementara itu, Hanna Andari, Fungsi Pensosbud KBRI Pyongyang, mengatakan, program Movie Night di bioskop Kedutaan Besar Polandia di Pyongyang adalah suatu kegiatan penting, karena dihadiri oleh wakil-wakil dari kedutaan asing dan organisasi internasional, termasuk para Duta Besar manca negara di Korea Utara.

“Pihak kedutaan besar asing diberi kesempatan untuk menayangkan film dari negaranya masing-masing tanpa dipungut biaya. Film Indonesia merupakan yang ke lima setelah film dari Polandia, Pakistan, Swedia, dan Inggris, yang ditayangkan pada edisi Movie Night tahun ini,” pungkasnya. (Ist)

Lihat juga...