Gerakan Masyarakat di Ujung Selatan Sumbar Menerapkan Opal

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PESISIR SELATAN – Dinas Pangan Pesisir Selatan, Sumatera Barat, mulai melakukan gerakan Program Obor Pangan Lestari (OPAL) kepada masyarakat setempat.

Daerah Kecamatan Lengayang menjadi salah satu daerah target Dinas Pangan untuk mensosialisasikan penerapan Opal di masing-masing rumah penduduk.

Kepala Dinas Pangan Pesisir Selatan, Alfis Basyir, mengatakan, OPAL merupakan bagian dari kegiatan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) yang telah dilakukan oleh kelompok masyarakat. Sejak dilakukan beberapa tahun belakangan, telah membuahkan hasil yang menggembirakan.

Hal ini terbukti pada tahun 2019 ini KWT Kelok Indah Kecamatan Lengayang mendapat Juara II dalam pelaksanaan kegiatan KRPL tingkat Provinsi Sumatera Barat.

“Penanaman sayuran dengan metode hidroponik diharapkan mampu menjadi percontohan dan area belajar bagi petani dan penyuluh. OPAL ini terdiri dari kebun bibit tanaman hidroponik, tanaman sayur cabai, bumbu dapur dan umbi-umbian. Masyarakat dapat memanfaatkan pekarangan yang ada di rumahnya,” katanya, Senin (9/12/2019).

Ia menjelaskan budidaya menanam dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman. Sedangkan Obor Pangan Lestari yang selanjutnya disebut OPAL, merupakan upaya promosi penganekaragaman pangan dalam rangka pemenuhan gizi masyarakat.

Dikatakannya, untuk melakukan Opal itu tidaklah memerlukan pekarangan yang luas, mengingat kawasan rumah yang ada di berbagai daerah di Pesisir Selatan tidaklah seperti di kota-kota besar. Dimana memiliki pekarangan yang sempit, dan memiliki bangunan rumah yang padat.

Tapi di berbagai pemukiman di Pesisir Selatan, bahkan pekarangan bisa dibuat lapangan sepak takraw, artinya Opal adalah hal yang cocok untuk dicoba masyarakat.

“Opal ini bagus, karena dapat membantu kebutuhan keluarga yang ingin memasak sayur. Jadi tidak perlu repot ke pasar beli sayur, tapi cukup memanen di depan rumah atau di samping rumah, segar dan sehat pula,” ujarnya.

Ia mengakui sejauh ini masyarakat yang telah menerapkan Opal bisa dikatakan baru sebagian kecilnya saja. Opal malah paling banyak ditemukan di kawasan sekolah-sekolah.

Hal ini dikarenakan, karakter masyarakat di Pesisir Selatan yang lebih sibuk bertani dan nelayan, sehingga dianggap tidak memiliki waktu untuk mengurus tanaman yang diterapkan dalam Opal tersebut.

Masih minimnya keinginan masyarakat mengikuti Opal, Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni, mengimbau agar ke depannya jenis tanaman yang dikembangkan terus bertambah, tidak hanya terpaku pada sayuran, tetapi diharapkan bisa menanam buah-buahan.

“Dengan adanya sayuran hidroponik ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga yang cukup baik dari segi mutu, aman dan bergizi,” ungkapnya.

Bupati juga menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dapat menjadi model pemanfaatan lahan pekarangan yang bisa dicontoh oleh masyarakat Pesisir Selatan. Karena melalui tanaman di Opal itu dapat memberikan pola hidup sehat, melalui jenis sayur yang dimakan bagi keluarga.

“Saya tentunya berharap agar Opal ini ada di setiap perkampungan di Pesisir Selatan. Selain sehat, kalau dipandang-pandang, apabila Opal itu di depan rumah, akan menambah kesegaran suasana halaman rumah,” ujarnya.

Lihat juga...