Gerhana Matahari, Pemkab Kubu Raya Gelar Salat Berjamaah

PONTIANAK  – Pemkab Kubu Raya, Kalimantan Barat, menunaikan salat gerhana matahari yang dipusatkan di Masjid Al Ishra yang terletak di kompleks kantor Bupati setempat di Sungai Raya, Kamis.

“Kegiatan salat gerhana matahari ini sengaja kita laksanakan untuk menjalankan syariat Islam dan perintah Rasulullah SAW. Ini merupakan salah satu kejadian langka, sehingga salat gerhana matahari cincin ini mungkin kita lakukan sekali sumur hidup, karena siklusnya itu bisa mencapai 300 tahun,” kata Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan.

Muda menyatakan, sebelumnya pihaknya sudah mengeluarkan imbauan kepada semua umat muslim yang ada di Kubu Raya agar bisa bersama-sama melaksanakan salat gerhana matahari tersebut.

“Bahkan kita juga mengimbau semua umat muslim yang ada di lingkungan SKPD Kubu Raya untuk bersama-sama melaksanakan salat ini. Nah, untuk di Kubu Raya, kita pusatkan di Masjid Al Ishra yang ada di kantor bupati ini,” tuturnya.

Seperti diketahui, menurut rilis dari LAPAN, ada 8 daerah di Indonesia yang dapat melihat fenomena gerhana matahari cincin. Selain Siak dan Singkawang yang ada di Kalbar, terdapat juga daerah di Padang Sidempuan dan Sibolga di Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Timur.

Wilayah lain di Indonesia juga akan melihat gerhana matahari sebagian yang bisa dilihat di daerah Sumatera Selatan dan Pulau Jawa dengan penglihatan 70-80 persen.

Sementara itu wilayah lain di Indonesia dapat melihat gerhana sebagian dengan porsi tertutupnya matahari hingga paling sedikit 20 persen di wilayah selatan Papua.

LAPAN juga melakukan kegiatan untuk menyambut fenomena tersebut dengan pusat kegiatan pengamatan di Kabupaten Siak, Kampung Bunsur, Riau dan Kota Singkawang, Kalimantan Barat.

Di Siak, gerhana matahari cincin dimulai pukul 12.15 WIB, memasuki fase puncak pada pukul 12.17 WIB, dan berakhir pada pukul 12.19 WIB. (Ant)

Lihat juga...