Guru di Sumba Timur Harapkan Listrik Segera Dipasang

Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo

WAINGAPU —  Masyarakat di desa Kombapari mengharapkan instalasi listrik segera dipasangkan di rumah warga, karena saat ini jaringan milik Perusahaan Listrik Negara sudah melintasi jalan di kecamatan Katala Hamu Lingu.

Astini Wolu Praing guru di SDN Matawai Iwi saat ditemui, Kamis (12/12/2019). Foto : Ebed de Rosary

“Kami berharap listrik bisa masuk ke perumahan warga agar kami tidak kesulitan lagi saat malam hari,” kata Astii Wolu Praing, guru honor di SDN Matawai Iwi desa Kombapari kecamatan Katala Hamu Lingu kabupaten Sumba Timur provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (12/12/2019).

Astini mengatakan, tiang listrik PLN dengan rumah warga hanya berjarak sekitar 300 meter saja, termasuk dengan sekolah SDN Matawai Iwi dan SMP Satu Atap di dalam lokasi yang sama.

“Kami di sekolah dan tinggal di mess guru juga tidak bisa berbuat apa-apa, sebab hanya mengandalkan bola lampu energi surya saja. Makanya warga sangat berharap agar listrik bisa masuk hingga ke dusun,” ungkapnya.

Menurut Astini, banyak masyarakat di desanya dan di berbagai desa lainnya di kecamatan Katala Hamu Lingu masih belum memiliki listrik, sehingga hanya mengandalkan lampu pelita saat malam hari.

“Kami kesulitan untuk mengerjakan pekerjaan sekolah saat malam hari di mess,” tuturnya.

Kartni Hingi, warga desa Kombapari menyebutkan, rumahnya hingga kini belum dialiri listrik karena jaringan hanya melewati jalan raya saja dan hanya penduduk yang rumahnya di pinggir jalan saja yang telah dipasangi.

“Kalau yang di samping jalan raya semuanya sudah dipasangi, tetapi yang tinggal di dalam gang hampir semua belum, padahal kami sudah minta,” ujarnya.

Salomi Yaku Danga, kepala sekolah SDN Matawai iwi desa Kombapari mengatakan, pihaknya berharap agar jaringan listrik PLN bisa masuk ke jalan dusun.

“Kami juga mau pasang listrik untuk sekolah dan juga mess guru agar saat malam hari bisa terang. Saat malam hari seperti tidak ada kehidupan saja karena gelap gulita karena banyak yang masih pakai lampu pelita,” tuturnya.

Lihat juga...