Guru Honor di Sumba Timur Digaji Rp300 Ribu per Bulan

Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo

WAINGAPU — Gaji guru honor di provinsi Nusa Tenggara Timur masih banyak yang berada jauh di bawah Upah Minimum Regional provinsi, yang sebesar Rp1,7 juta per bulannya. Bahkan pembayarannya yang menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), terpaksa menerima upah tidak sampai separuh dari nominal UMR.

Salomi Yaku Danga, kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) Matawai Iwi saat ditemui, Kamis (12/12/2019).Foto : Ebed de Rosary

“Gaji dua guru honor di sekolah kami hanya sebesar Rp300 ribu per bulannya,” kata Salomi Yaku Danga, kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) Matawai Iwi desa Kombapari kecamatan Katala Hamu Lingu kabupaten Sumba Timur provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (12/12/2019).

Salomi menyebutkan, jumlah guru di sekolahnya sebanyak sembilan orang, yang menyandang status Aparatur Sipil Negara (ASN) hanya empat orang saja, tiga orang guru Pegawai Tidak Tetap (PTT) dan dua guru honor sekolah.

Untuk tiga guru honor PTT tambahnya, mereka mndapatkan gaji sesuai UMR yang ditetapkan, sementara dua guru lainnya, diambil dari dana BOS sehingga masing-masing hanya mendapatkan Rp300 ribu saja.

“Kami tidak bisa memberikan lebih, sebab sudah ada aturan soal penggunaan dana BOS. Tahun depan gaji guru tidak boleh menggunakan dana BOS lagi sehingga kami pusing bagaimana mau membayar,” ucapnya.

Orang tua murid, kata Salomi, tidak pernah dimintai iuran karena kondisi ekonomi mereka yang serba sulit dan rata-rata hanya petani tadah hujan saja, sehingga hasil panen hanya untuk dikonsumsi sendiri.

Pihaknya mengusulkan agar gaji guru honor dibayar oleh pemerintah seperti guru PTT sehingga pihak sekolah tidak pusing memikirkan lagi.

“Kalau digaji oleh pemerintah maka pasti jumlahnya sesuai dengan UMP NTT. Kasihan mereka sudah mengabdi lama tapi hanya bisa digaji Rp300 ribu saja sebulannya,” ungkapnya.

Astini Wolu Praing, salah seorang guru honor di sekolah ini mengaku tetap setia mengajar meskipun hanya digaji Rp300 ribu sebulan. Jumlah itu menurutnya lebih besar dibandingkan dengan gaji guru honor lainnya di NTT.

Astini berharap agar menteri Pendidikan dan Kebudayaan bisa mengusulkan anggaran agar para guru honor mendapatkan gaji sesuai dengan Upah Minimum Regional daerahnya.

“Masih banyak guru honor yang digaji Rp50 ribu bahkan Rp100 ribu sebulan di NTT. Makanya kami para guru berharap agar pemerintah memperhatikan nasib kami yang disebut pahlawan tanpa tanda jasa,” tuturnya.

Lihat juga...