Hujan Deras Malam Pergantian Tahun, Turunkan Omzet Pedagang

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Hujan deras yang melanda wilayah Lampung Selatan (Lamsel) sejak sore hingga malam berimbas pada sejumlah pedagang.

Pedagang terimbas hujan deras pada malam pergantian tahun diantaranya pedagang ikan laut, jagung dan arang.

Hesti, salah satu pedagang ikan di pasar Bakauheni menyebut ia menyiapkan sebanyak 200 kilogram ikan laut khusus untuk dibakar. Namun hujan berimbas penjualan menurun.

Hesti (kanan) pedagang ikan di pasar Bakauheni Lampung Selatan yang menyediakan ikan untuk kebutuhan malam tahun baru, Selasa (31/12/2019) – Foto: Henk Widi

Pada malam pergantian tahun 2018 ke 2019 ia menyebut bisa menjual sekitar 100 kilogram ikan sejak pagi. Ikan yang dijual diantaranya tengkek, tongkol, tengkurungan dan simba.

Selain ikan laut ia menyediakan jenis ikan air tawar berupa ikan lele, mas dan nila. Hujan deras sejak sore di wilayah Lamsel berimbas sejumlah warga enggan keluar rumah.

Pada malam pergantian tahun Hesti menyebut warga dominan membeli ikan laut untuk dibakar. Sebagian lokasi yang dipilih meliputi objek wisata Menara Siger dan sejumlah pantai yang menggelar acara malam pergantian tahun.

Meski malam pergantian tahun ia tidak bisa menjual ikan dalam jumlah banyak namun stok masih tersedia untuk tahun baru.

“Malam pergantian tahun omzet penjualan ikan turun karena banyak masyarakat enggan keluar rumah, sebagian ada yang membeli untuk acara bakar ikan di rumah masing-masing bersama keluarga,” ungkap Hesti saat ditemui Cendana News, Selasa (31/12/2019).

Hujan deras menurutnya ikut berpengaruh pada sejumlah objek wisata yang akan menggelar acara. Sebab di Menara Siger dan pantai Minang Rua digelar sejumlah acara luar ruangan pada malam pergantian tahun.

Hujan yang belum akan reda hingga tengah malam dipastikan akan mengakibatkan sejumlah acara tersebut batal. Sebagian warga yang telah memesan ikan bahkan akan mengambilnya untuk kebutuhan tahun baru.

Rata-rata ikan yang dijual tidak mengalami kenaikan harga. Hesti menyebut sejumlah ikan laut dijual dengan harga Rp30.000 hingga Rp50.000 per kilogram. Sebagian ikan air tawar dijual dengan harga mulai Rp20.000 per kilogram.

Meski mengalami penurunan omzet saat malam pergantian tahun ia memastikan stok ikan miliknya akan habis saat tahun baru.

Selain pedagang ikan, pedagang jagung manis bakar bernama Joni menyebut menyiapkan sekitar 2 karung jagung. Sebanyak 200 tongkol jagung manis telah disiapkan sejak sore untuk dijual dalam kondisi sudah dibakar atau dalam kondisi mentah.

Namun akibat hujan deras ia hanya bisa menjual sebanyak 50 tongkol jagung bakar. Jenis jagung bakar manis paling banyak diminati oleh warga mengisi kebersamaan pada malam tahun baru.

“Selain membeli dalam kondisi matang konsumen memilih jagung mentah untuk dibakar di rumah bersama keluarga,” ungkap Joni.

Menjual jagung dengan harga Rp5.000 per tongkol, ia bisa meraup keuntungan hingga Rp1 juta. Namun akibat hujan deras warga yang tidak bisa merayakan malam pergantian tahun di luar rumah berimbas penurunan omzet penjualan jagung.

Sebagian jagung manis yang masih disimpan menurutnya akan dijual ke sejumlah objek wisata pantai di wilayah Bakauheni saat tahun baru.

Wanto, pembuat arang batok kelapa menyebut sejak pagi ia telah mendapat pesanan lebih dari 20 karung. Batok kelapa umumnya digunakan sebagai bahan untuk membakar ikan, daging ayam, otak-otak, sate dan daging kambing pada malam pergantian tahun.

Ia menyebut sejak sore pembeli yang datang berkurang karena hujan deras.

“Malam pergantian tahun sebelumnya omzet lumayan namun malam pergantian tahun ini permintaan menurun,” ungkap Wanto.

Permintaan arang batok kelapa disebutnya berasal dari pabrik pembuatan briket arang. Selain itu sejumlah usaha kuliner pembuat sate ayam, ayam bakar dan kemplang menggunakan arang batok kelapa buatannya.

Per karung arang batok kelapa dijual seharga Rp25.000. Meski permintaan turun ia optimis karena masih memiliki langganan tetap sejumlah usaha kuliner.

Lihat juga...