Indeks KUB Jakarta Rendah, Anies Sarankan FKUB Lakukan Kajian

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menuturkan, sudah mengontak Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) di Jakarta. Dia meminta hasil survei yang menunjukkan indeks kerukunan beragama di Jakarta rendah untuk dikaji. 

“Saya sudah mengontak pada Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) di Jakarta. Karena mereka yang selama ini mengelola kegiatan itu. Saya minta kepada FKUB untuk melakukan kajian atas hasil kemarin. Lalu dilihat, dilaporkan kepada kita. Jadi sesederhana itu,” ucap Anies kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (12/12/2019).

Pasalnya tugas menjaga kerukunan umat beragama, sudah berada di pundak FKUB. Dia menegaskan tidak ingin melampaui tugas itu.

Anies juga mengemukakan, secara subjektif, dia tidak ingin memberi penilaian atas kerukunan umat di ibu kota. Dia menunggu hasil kaji ulang FKUB, sehingga kondisi kerukunan umat beragama bisa didapat secara lebih objektif.

“Melalui FKUB nanti kita lihat hasilnya seperti apa,” tukasnya.

Dia menjelaskan, FKUB terdiri dari sejumlah tokoh agama yang kompeten. Setelah dikaji oleh FKUB, Anies mengatakan hasilnya dapat dibandingkan dengan rilis dari Kemenag.

“Nah mereka (FKUB) yang saya minta untuk melihat hasil itu. Jadi bukan spekulasi-spekulasi. Tapi memang sebuah forum yang berurusan dengan kerukunan umat beragama,” paparnya.

Diberitahukan Kementerian Agama sebelumnya mencatat skor Indeks Kerukunan Umat Beragama (KUB) DKI Jakarta di angka 71,3, di bawah rata-rata nasional 73,83. Dengan angka itu Jakarta berada di urutan ke-27 dalam pemeringkatan Indeks KUB.

Hal itu tercatat dalam Indeks KUB Tahun 2019 yang diluncurkan Puslitbang Bimas Agama dan Layanan Keagamaan Kemenag.

Lihat juga...