Indonesia Perlu Lakukan Diplomasi Selamatkan Umat Islam

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau pemerintah Indonesia untuk mengadakan diplomasi lunak dengan negara-negara yang umat Islamnya masih hidup dalam kesulitan, belum memperoleh hak-hak asasinya secara optimal.

Wakil Sekretaris Jenderal MUI, Nazamuddin Ramly, mengatakan, MUI prihatin secara mendalam atas situasi dan kondisi yang menimpa umat Islam di Palestina yang berada di bawah pendudukan Israel, dan Rohingnya di Myanmar.

Juga umat Islam di Uighur di Xianjiang China, Kashmir, India, Suriah dan Yaman, serta di berbagai belahan dunia lainnya.

“Mereka belum hidup damai, tenang, dan memperoleh hak-hak asasinya secara penuh dan optimal,” kata Nazamuddin pada konfrensi pers tausyiah akhir tahun MUI di kantor MUI Pusat, Jakarta, Selasa (31/12/2019).

Atas dasar itu, MUI mendorong Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Organisasi Kerjasama Islam (OKI), Liga Arab, Uni Eropa dan Iembaga/organisasi internasional lainnya untuk meningkatkan langkah-langkah dan ikhtiar mewujudkan terpenuhinya hak-hak asasi manusia bagi seluruh umat Islam di negara tersebut, termasuk mengeluarkan resolusi.

“MUI mengusulkan, pemerintah Myanmar dan India mencabut UU Kewarganegaraan yang bersifat diskiriminatif terhadap warga negaranya yang beragama Islam. Dan menggantinya dengan UU Kewarganegaraan yang memberi hak dan kedudukan yang sama kepada semua warga negaranya,” tukasnya.

MUI mendorong pemerintah agar meningkatkan pelaksanaan politik bebas dan aktif sesuai amanat Pembukaan UUD 1945 dalam rangka ikut mewujudkan perdamaian abadi di dunia.

Untuk itu, MUI mendorong pemerintah Indonesia terus meningkatkan diplomasi lunak kepada pemerintah China, Myanmar, India dan negara lainnya. Yang umat Islamnya masih hidup dalam kesulitan dan belum memperoleh hak-hak asasinya secara optimal.

“Pemerintah kiranya dapat membantu umat Islam di  negara tersebut dalam berbagai bentuk yang dimungkinkan tanpa bermaksud mencampuri urusan dalam negeri negara lain,” ujarnya.

MUI juga memberikan apresiasi kepada pemerintah yang telah melaksanakan berbagai program di bidang pendidikan dan kesehatan untuk umat Islam di Myanmar dan Palestina.

Hal itu menurutnya, menjadi bukti keberhasilan diplomasi lunak yang perlu diapresiasi oleh semua kalangan dan dapat dilakukan kepada umat Islam di negara-negara Iainnya.

Lihat juga...