Iptek Jadi Faktor Kunci Tingkatkan Daya Saing

Ilustrasi -Dok: CDN

JAKARTA — Pusat Penelitian Kebijakan dan Manajemen Iptek dan Inovasi (P2KMI) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menyatakan bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) menjadi faktor kunci untuk meningkatkan daya saing masyarakat.

“Negara-negara maju itu sudah berhasil menggunakan iptek di dalam pembangunannya, sehingga kita tahu bahwa negara-negara maju bisa menjadi negara-negara yang disegani karena dapat meningkatkan kesejahteraan rakyatnya sampai pada tingkat yang sangat tinggi,” kata peneliti Pusat Penelitian Kebijakan dan Manajemen Iptek dan Inovasi (P2KMI) LIPI Budi Triyono dalam diskusi Kebijakan Iptek dan Inovasi Indonesia dalam Kerangka RPJMN 2015-2019 di Jakarta, Rabu (11/12/2019).

Ia mengatakan di Indonesia berbagai upaya telah dilakukan untuk meningkatkan kemajuan iptek.

Budi Triyono melihat upaya yang terkait dengan kebijakan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) bidang iptek sudah sistematis. Iptek di Indonesia didanai oleh negara dan diarahkan untuk meningkatkan daya saing masyarakat.

Namun sayangnya, kata dia, capaian yang diharapkan dari sektor iptek di Indonesia, katanya, belum terlihat perannya di dalam pembangunan ekonomi.

Ia memperjelas fakta tersebut dengan menunjukkan data dari World Economic Forum bahwa pada tahun 2019 Indonesia baru menempati urutan keempat dari delapan negara ASEAN yang terdaftar dalam indeks daya saing global.

Lihat juga...