Izin Usaha Hendak Dicabut Pemerintah, Penyandang Disabilitas ini Protes

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

YOGYAKARTA – Seorang penyandang disabilitas, Bambang Susilo, warga dusun Mudal, Argomulyo, Cangkringan, Sleman mempertahankan rencana pencabutan izin usahanya oleh pemerintah.

Bapak 2 anak yang baru saja memulai usaha pengolahan bahan tambang berupa penggilingan batu di wilayah perbatasan Sleman-Klaten, tepatnya di desa Kemalang, ini heran izin usaha yang sebelumnya sudah keluar justru akan dicabut.

Rencana pencabutan itu dikatakan dilakukan karena adanya penolakan sejumlah warga di sekitar lokasi usaha. Padahal sebelumnya, sejumlah warga sekitar telah menyetujui berjalannya usaha tersebut hingga pihak pemerintah mau mengeluarkan izin usaha.

“Sebelummya saya sudah mengantongi izin dari pemerintah. Namun saat usaha ini mau jalan, kenapa justru izin hendak dicabut. Padahal saya dan kawan-kawan difabel lainnya sudah menggelontorkan modal hingga Rp3,5 miliar. Alasan pemerintah (mencabut izin usaha) juga tidak jelas,” katanya saat ditemui di lokasi usaha, Senin (30/12/2019).

Bambang mengaku ia bersama sejumlah rekan difabel lainnya mengajukan pinjaman modal dari bank untuk membeli alat-alat mesin kebutuhan usaha. Yakni dengan mengangsur sejumlah Rp50 juta setiap bulannya. Akibat 2 tahun usaha belum berjalan, mangkrak, ia pun mengaku kini tak bisa membayar cicilan bank.

“Kenapa pemerintah yang semestinya mengayomi semua warga justru seperti ini. Padahal kita juga sudah berupaya melakukan mediasi dan menemui berbagai pihak. Namun hasilnya nihil,” katanya.

Bambang pun hanya bisa berharap agar pihak terkait bisa memberikan solusi atas persoalan yang dihadapinya ini. Terlebih usahanya ini menyangkut kehidupan sejumlah para penyandang disabilitas. Dimana hal itu dilindungi dalam Undang-undang No 8 tahun 2016 tentang Disabilitas.

“Kita ingin agar usaha ini bisa tetap berjalan. Karena kalau tidak kita mau makan apa lagi,” katanya.

Lihat juga...