Jelang Natal dan Tahun Baru, Perlalulintasan Komoditas Pertanian di Pelabuhan Bakauheni Diawasi Ketat

Editor: Mahadeva

LAMPUNG – Menjelang perayaan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020, Balai Karantina Pertanian (BKP) Kelas I Bandar Lampung, Wilayah Kerja Bakauheni menggelar operasi kepatuhan.

FX. Marthyn, Polisi Khusus BKP Kelas I Bandar Lampung menyebut, operasi rutin tersebut digelar bersama dengan Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni,Polres Lampung Selatan. Operasi dilakukan untuk memantau perlalulintasan komoditas pertanian asal Sumatera ke Jawa maupun sebaliknya. Kegiatan digelar di pintu keluar pelabuhan Bakauheni. Saat petugas memeriksa bus ALS bernomor polisi BK 7247 UA, ditemukan daging tanpa dokumen karantina.

Daging yang dikemas dalam styrofoam tersebut berasal dari Bogor, Jawa Bara. Dibawa dengan tujuan Lubuk Linggau Sumatera Selatan. Setelah dilakukan pemeriksaan pengemudi hanya bisa menunjukkan surat pengiriman atau delivery order. Selanjutnya daging kiriman tersebut dibawa ke kantor Karantina Bakauheni.

Selain daging kiriman, ditemukan pula keberadaan daging kerbau India atau alana. “Saat dilakukan pemeriksaan lanjutan ditemukan daging alana yang diangkut tanpa dokumen karantina sehingga harus diamankan,” tambah FX Marthyn, di sela-sela pemeriksaan di pintu keluar pelabuhan Bakauheni, Jumat (13/12/2019) dinihari.

Daging alana tersebut, diangkut dari Tangerang tujuan Bandar Lampung, dengan kendaraan L300 bernomor polisi BE 9383 AA. Daging alana seberat 1,5 ton tersebut untuk sementara diamankan, karena diangkut tanpa alat pendingin (cold storage) dan tidak dilengkapi dengan surat karantina. Kuat dugaan daging alana tersebut akan dipergunakan untuk pembuatan bakso.

Kapolres Lampung Selatan AKBP Eddie Purnomo saat pelaksanaan operasi bersama di pelabuhan Bakauheni,Jumat (13/12/2019) dinihari – Foto Henk Widi

Sesuai target operasi, komoditas yang disasar adalah yang tidak dilengkapi dokumen karantina. Sejumlah kendaraan yang dicurigai membawa komoditas pertanian tanpa dokumen diperiksa tanpa kecuali. Pengiriman komoditas pertanian disebut FX Marthyn, harus dilengkapi dokumen karantina, meliputi sertifikat veteriner, diberitahukan kepada petugas karantina, dan membayar penerimaan negara bukan pajak (PNBP). Sementara itu, sejumlah hewan yang akan dikirim termasuk babi potong asal Sumatera, dicek sample darah untuk menghindari adanya virus Hoc cholera.

Kapolres Lampung Selatan, AKBP Eddie Purnomo, yang hadir dalam operasi bersama menyebut, mendukung langkah yang dilakukan balai karantina. Sebab, bahan pangan yang dikirim tanpa dokumen karantina dikhawatirkan membahayakan kesehatan.

Operasi bersama kepolisian dan karantina dilakukan untuk melindungi konsumen. “Bahan pangan yang akan dikirim dari pulau Jawa ke Sumatera serta sebaliknya tanpa dokumen karantina bisa dikenai sanksi,” tandas AKBP Eddie Purnomo.

Pemeriksaan rutin tersebut, sesuai amanat UU No.16/1992, tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan. Pemeriksaan di pintu masuk dan keluar pelabuhan Bakauheni, untuk mencegah pengiriman barang terlarang menjelang Natal 2019 dan Tahun Baru 2020.

Lihat juga...