Jelang Nataru BPOM Mimika Intensif Awasi Produk Pangan

TIMIKA – Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Kantor Loka Mimika mengintensifkan pengawasan produk pangan yang melewati batas waktu alias kedaluwarsa, rusak dan tidak memiliki izin edar menjelang hari raya Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Kepala Loka Pengawasan Obat dan Makanan Mimika, Hariyanto Baan di Timika, Senin, mengatakan jajarannya sudah tiga pekan melakukan pengawasan intensif peredaran bahan pangan kedaluwarsa dengan sasaran yaitu distributor yang memasok produk pangan ke Timika, supermarket, toko, kios, warung dan lainnya.

“Proses pengawasan yang kami lakukan mulai dari hulu sampai ke hilir sebab biasanya menjelang Natal dan Tahun Baru permintaan terhadap produk pangan semakin meningkat. Pemerintah wajib mengawal peredaran produk pangan yang dijual agar jangan sampai produk yang dibeli dan dikonsumsi masyarakat merupakan produk yang sudah tidak layak edar dan bisa membahayakan kesehatan yang mengonsumsinya,” jelas Hariyanto.

Jajaran Loka POM Mimika juga mengawasi penjualan aneka parsel di berbagai supermarket dan pusat perbelanjaan di Timika agar produk yang dikemas menjadi parsel itu tidak sampai melewati tenggat waktu.

Hariyanto mengemukakan batas waktu tolerir izin edar produk parsel berupa bahan pangan (makanan dan minuman) tidak boleh kurang dari enam bulan mengingat parsel yang dibeli oleh masyarakat tidak serta-merta langsung dikonsumsi saat hari raya tiba.

Dari pengawasan yang dilakukan oleh jajaran Loka POM Mimika, ditemukan ada lima sarana yang menjual bahan pangan kedaluwarsa.

Bahan pangan yang telah kedaluwarsa itu langsung dimusnahkan saat itu juga di tempat usaha tersebut.

“Kami juga memberikan peringatan kepada pemilik sarana agar tidak lagi menjual bahan pangan kedaluwarsa, kalau temuan seperti itu sudah berulang-ulang maka peringatan yang diberikan lebih keras dan tegas lagi. Bahkan kalau terdapat indikasi kesengajaan menjual produk pangan yang kedaluwarsa maka akan ditindaklanjuti ke proses hukum,” jelasnya.

Beberapa jenis produk pangan yang rawan kedaluwarsa namun masih tetap dijual seperti mie instan, aneka minuman ringan dan bumbu-bumbu dapur.

Menurut Hariyanto, pengawasan terhadap produk pangan yang dijual dan diedarkan itu tidak hanya berlangsung saat menjelang hari raya keagamaan seperti Natal dan Lebaran, namun juga dilakukan secara berkala setiap bulan sekali. (Ant)

Lihat juga...